Category Archives: Gempa

METODE PENYELAMATAN DIRI TERHADAP BAHAYA GEMPA

Teori Segitiga Keselamatan

Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
Ruangan kosong ini lah yang saya sebut “segitiga kehidupan”.
Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk.
Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah “segitiga kehidupan” yang anda temui.
Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum

Sepuluh Tip Metode Penyelamatan Terhadap Bahaya Gempa :

1. Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa.
Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit.
Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk.
Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping.
Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang

4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur.
Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.
Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal.
Mengapa?
Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya.
Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya.
Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga.
Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama).
Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut.
Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya.
Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan.
Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya.
Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz.
Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka.
Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat.
Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.


Antrean BBM di Padang Masih Panjang

Winny Arnold dan Yusril Ardanis

03/10/2009 10:29

Liputan6.com, Padang: Antrean bahan bakar minyak (BBM) di semua SPBU di Padang, Sumatra Barat, masih panjang sampai Sabtu (3/10) pagi. Padahal Pertamina sudah memastikan jika stok BBM untuk wilayah Padang sudah mulai normal sejak Jumat kemarin. Diduga, panjangnya antrean warga disebabkan kepanikan hari pertama pascagempa yang sempat mengalami kelangkaan BBM. Saat itu warga sulit mendapatkan BBM karena langkanya pasokan dan harga BBM mencapai Rp30 per liter. Kelangkaan BBM tak hanya terjadi di Padang dan Padang Pariaman, tapi sudah menjalar ke seluruh wilayah di Sumbar. Di Bukittinggi dan Padangpanjang, misalnya. Beberapa SPBU di Bukittinggi terpaksa mendatangkan pasokan premium dan solar dari Pertamina Sibolga, Sumatra Utara. Itu karena pasokan dari Depot Pertamina Dumai, Riau sudah tak sanggup lagi mengatasi lonjakan permintaan BBM.(IAN/YUS)


Harga Tiket Pesawat ke Padang Maksimal Rp 1 Juta

Achmad Yani


Calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

03/10/2009 09:26
Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah maskapai domestik menyepakati harga jual tiket ke Padang dari Jakarta selama dua bulan ke depan maksimal Rp 1 juta. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik, Departemen Perhubungan, Bambang S. Ervan, kepada ANTARA, Jumat (3/10), penentuan tarif tersebut berdasarkan hasil rapat yang dipimpin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Pertemuan tersebut diadakan menyikapi perkembangan penjualan tiket ke Padang yang cenderung meninggi setelah bencana gempa di Padang, Rabu lalu. Pihak terkait yang hadir dalam pertemuan itu adalah wakil-wakil dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Direksi PT Angkasa Pura II, Kepala Kepolisian Resor Bandar Udara Soekarno-Hatta, dan sejumlah airlines domestik. Maskapai yang hadir adalah Sriwijaya Air, Lion Air, Mandala Airlines, Batavia Air, Indonesia Air Asia, dan Cardig Air.

Bambang menjelaskan, harga itu sudah termasuk Iuran Wajib Jasa Raharja (IWJR), Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan fuel surcharge. “Kesepakatannya berlaku hingga dua bulan atau selama masa tanggap darurat,” katanya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga disepakati Batavia Air dan Mandala Airlines akan memberikan kargo gratis sampai dengan dua ton per penerbangan per hari. Sedangkan, Batavia Air mulai Sabtu (3/10) akan menyediakan penerbangan gratis satu kali per hari. Kemudian, Indonesia Air Asia pada Minggu (4/10) juga memberikan penerbangan gratis satu kali dengan kargo gratis hingga 1,5 ton.

Untuk memudahkan koordinasi, tambah Bambang, para pihak sepakat membentuk posko di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusumah dan Bandara MIA Padang. “Posko di Bandara Soeta berada di kantor Bandara terminal 1B dan untuk kargo di gudang kargo,” kata Bambang.

Sementara itu, PT Garuda Indonesia akan memberikan potongan 50 persen bagi relawan dan wartawan sebanyak 25 tempat duduk per penerbangan. Sedangkan PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara juga berkomitmen menggratiskan PJP dan PJP2U (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara), keringanan handling khusus bagi penerbangan misi kemanusiaan.

Terkait dengan itu, pihak maskapai juga menginginkan adanya keringanan harga untuk avtur untuk penerbangan gratis dari PT Pertamina sebagai bentuk kontribusi dan kepedulian terhadap bencana. “Khusus, masalah calo di bandara akan ditindak tegas dan ditanggulangi bersama antara Polres, AP II, dan bandara,” ujar Bambang.(YUS)


Sejauh Ini, Korban Tewas Gempa Sumatra 496 Orang

03/10/2009 11:19 Liputan6.com, Padang: Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, hingga Sabtu (3/10), jumlah korban tewas di Padang, Sumatra Barat, sudah mencapai 496 orang. Sedangkan korban hilang atau yang masih tertimbun bangunan mencapai 310 orang. Sampai saat ini evakuasi korban gempa masih terus dilakukan. Diperkirakan jumlah korban tewas seluruhnya bisa mencapai lebih dari 800 orang. Simak selengkapnya dalam video berita ini.(IAN/YUS)


Masih 8 Korban Hidup di Ambacang

MEMASUKI hari ketiga setelah gempa tektonik berkekuatan 7,6 SR mengguncang Padang dan sekitarnya, tim penyelamat menemukan bahwa masih ada warga yang selamat di balik reruntuhan bangunan.Koordinator Satuan koordinator pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat Ade Edward di Padang, Jumat (2/10), mengatakan, setelah memakai life detector, petugas mendapati adanya tanda-tanda kehidupan di balik beton yang runtuh.

“Alat ini bisa mendeteksi tanda-tanda kehidupan sampai kedalaman 2,5 meter. Kami sudah memakai sejak Kamis malam dan ada beberapa tempat yang kami temukan masih ada yang hidup,” kata Ade.Petugas berhasil menyelamatkan dua korban yang terhimpit bangunan di kampsu Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga, Jalan Veteran, Padang.

Di tempat ini, diperkirakan ada ratusan mahasiswa dan dosen yang terjebak. Sedikitnya ada 22 orang dalam satu ruangan yang masih terjebak. Ade menjelaskan, nasib 22 orang lainnya belum diketahui dan usaha untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di reruntuhan bangunan itu terus dilakukan.

Dua korban yang bisa keluar dengan selamat pada Jumat, berkat perjuangan tujuh anggota TNI AD dari Batalion 133/Yudha Sakti dan tiga pemuda pemberani.
Dua korban yang selamat itu adalah Ratna Sari, mahasiswi semester III STBA Prayoga Padang, dan dosen muda, Suci (30).

Ratna berhasil diselamatkan tim evakuasi pada pukul 13.15 WIB, sedangkan Suci dikeluarkan pukul 15.30. Keduanya terperangkap dalam kampus yang beralamat di Jalan Veteran itu, sejak Rabu (30/10). “Saya masuk bersama anggota TNI dari bawah reruntuhan kampus setelah sejak Rabu mencoba mencari jalan untuk mengevakuasi korban,” tutur Dedi (25), seorang pemuda yang berhasil menyelamatkan kedua korban gempa itu.

Dedi kebetulan adalah alumnus STBA Padang BP 2003 dan telah diwisuda pada 2008. “Saya tidak tega mendengar teman-teman terhimpit kampus. Apalagi Suci, yang sekarang dosen, saya kenal. Suci merupakan alumnus STBA BP 2002,” kata Dedi.

Ketika mendengar STBA ambruk dan menghimpit belasan mahasiswi, Dedi mengaku pada Rabu sore datang ke kampus yang berjarak kurang satu kilometer dari Kantor Gubernur Sumbar itu. “Dari teman-teman di STBA saya mendengar kabar ada yang berteriak-teriak dari bawah reruntuhan dan belum bisa diselamatkan,” kata Dedi yang tampak bahagia bisa menyelamatkan dua nyawa.

Pada Rabu malam, Dedi dan beberapa relawan mencoba mencari-cari upaya untuk bisa masuk ke reruntuhan, tapi tidak berhasil. Hal itu juga dilakukannya pada Kamis (1/10), tapi belum membuahkan hasil.”Sejak Rabu itu tidak alat untuk melakukan evakuasi,” kata dia. Dedi mengatakan sejak Kamis dia berusaha pergi ke posko Satkorlak di Kantor Gubernur untuk mendapatkan alat berat untuk evakuasi, namun tidak berhasil.

“Kami lalu pergi ke rumah Wali Kota Padang di Jl A Yani. Upaya ini tidak juga berhasil,” kata dia. Pada Jumat ada sebuah alat berat dikerahkan untuk mengangkat reruntuhan. Namun, kampus berlantai IV itu betul-betul ambruk, maka petugas kesulitan untuk menyelamatkan korban.

Pada Kamis pagi, Dedi mencoba bernegoisasi dengan sejumlah anggota TNI 133/YS.”Sebelumnya ide saya untuk masuk ke dalam mendapat penolakan dari petugas lainnya. Tapi, setelah diyakinkan, kami masuk ke dalam,” kata Dedi. Dedi mengaku hafal betul denah kampus itu. Di bawah reruntuhan gedung yang cukup berat dan terus bergerak itu, Dedi mencoba mencari-cari celah untuk masuk ke ruang di mana korban berada..

Tubuh Dedi tampak tergores-gores akibat reruntuhan bangunan. Matanya memerah karena bergadang semalaman.Ia tampak lelah, namun dari sinar matanya yang tajam, dia terlihat bersemangat.Bersama Dedi, juga masuk ke bawah reruntuhan dua warga sipil lainnya, Taufik, dan Erwin.

Sedangkan dari anggota TNI AD Batalion 133/YS masuk Lettu Inf Ridwan (Danton Kompi B), Lettu Inf Murdoyo, Irwansyah, Suwandi, Arif, Ridwan, dan Subarianto.Dedi mengaku mengeluarkan Sari pada pukul 13.15, agak sulit, karena tubuhnya terhimpit reruntuhan. Sedangkan mengeluarkan Suci lebih mudah, karena tidak banyak yang menghimpitnya.

“Tubuh teman-teman itu semua juga saling berhimpitan,” kata Dedi. Tubuh dua korban selamat dikeluarkan dengan menggunakan daun pintu.Dedi juga melihat dengan jelas jenazah mahasiswalainnya yakni  Ruli, Caudia Tanzil, Stefani, Oktalia dan Rido.

Sementara jenazah yang lain, ia tidak bisa mengidentifikasi karena dalam kondisi hancur. Ketika menyelamatkan Suci, ia mengaku mengajaknya bicara agar tidak terus menangis. “Saya ajak dia bicara terus. Saya tak ingin dia bersedih,” kata Dedi yang beralamat di Tabing, Padang itu.Ketika Sari dan Suci berhasil dikeluarkan, warga yang menyaksikan tampak haru. Sejumlah anggota TNI juga tampak menyalami Dedi yang pemberani.

Harus Bisa

Danton Kompi B Batalion 133/YS Lettu Inf Ridwan juga mengaku lega bisa menyelamatkan dua nyawa dari reruntuhan kampus STBA Prayoga.”Saya dan teman bahagia. Ini betul-betul perjuangan yang melelahkan,” kata dia.Ia mengaku sejak Jumat pagi sudah diarahkan oleh Dankinya, Mayor Inf.Edwi Hendrik Butar Butar, agar terus berusaha sekuat tenaga untuk membantu korban. “Kamu harus bisa, jangan pernah putus asa.

Itu arahan komandan,” kata dia.Ia mengaku masuk reruntuhan kampus yang sedang ambruk itu betul-betul menjadi pengalaman luar biasa. “Ini pengalaman pertama saya,” kata Ridwan. Sejumlah mahasiswi STBA dan keluarga korban di halaman kampus itu tampak bersedih. “Kasihan adik-adik,” kata Wulan, mahasiswi BP 2006.

Ketua STBA Prayoga, Tresia, tampak menangis lesu. “Mahasiswa semester III itu anak-anak yang baik. Kasihan mereka,” kata dia.Ia mengungkapkan pada Rabu sore itu juga sedang berada di  lantai I kampus. “Ketika gempa saya bersama dosen lainnya cepat kabur,” kata dia.

Pada saat kejadian, kata dia, juga ada 25 mahasiswa BP 2006 yang sedang belajar di lantai I bersama dosennya, Meijufri.”Mereka semua selamat karena lari ke arah mushala di belakang kampus,” kata dia.Dilanjutkan hari ini Sementara itu, Dandim 0312 Padang, Letkol Art Haris Sarjana mengatakan proses evakuasi korban gempa di Hotel Ambacang, Padang, dilanjutkan Sabtu karena keterbatasan peralatan untuk pelaksanaan evakuasi.

“Proses evakuasi di Ambacang tidak bisa selesai hari ini. Diusahakan secepatnya,” kata Haris. Ia memperkirakan masih ada 60 korban yang terjebak dalam reruntuhan hotel tersebut. “Tidak dapat diketahui apakah mereka dalam kondisi hidup atau meninggal,” katanya.
Tambahan satu alat berat siang hari tadi, menurut dia, sangat membantu proses evakuasi.

Di hari pertama pascagempa proses evakuasi berjalan lambat karena hanya dilakukan secara manual. Bantuan alat berat baru datang di hari kedua.”Pagi tadi kita berhasil menemukan satu korban laki-laki. Target kita hari ini menembus kolam renang, karena di sana diperkirakan  banyak yang terjebak,” ujar Haris.

Di lokasi tersedia tujuh unit ambulans yang siap mengantarkan korban gempa ke rumah sakit. Ketujuh ambulans tersebut berasal dari Jamsostek, PMI, rumah sakit, dan puskesmas keliling.Di Hotel Ambacang, tim evakuasi sore ini menemukan satu orang yang terjebit diantara reruntuhan.

Warga menonton proses evakuasi, sebagian mereka yang kerabat atau anggota keluarganya diduga terjebak di reruntuhan bangunan, mereka menanti hasil kerja tim evakuasi dengan mata sembab.Anggota Tim Evakuasi Hotel Ambacang Ricard Erlangga, mengatakan, diperkirakan masih ada tujuh orang yang selamat di lantai lima dan lantai enam, serta satu orang lagi di lantai tiga tepatnya di kamar 388.

Ia menjelaskan, temuan korban yang masih hidup itu bermula dari peran anjing pelacak milik relawan Jepang yang mengendus adanya korban di lantai lima dan lantai enam. “Tim segera turun ke lokasi yang ditunjukkan anjing pelacak itu. Kami memberikan kode tepuk tangan dan dibalas oleh korban yang masih terjebak juga dengan tepuk tangan,” katanya.

Sementara satu korban lain yang diketahui masih hidup setelah korban yang terjebak di kamar 338 mengirimkan pesan singkat (sms) melalui ponsel kepada keluarganya. “Dari sms  keluarga korban diketahui ada yang masih terjebak di kamar 338,” katanya.

Ia mengatakan, proses evakuasi korban yang terjebak reruntuhan beton terkendala kekurangan peralatan seperti alat berat, dongkrak dan bor besar untuk membongkar beton. “Kami hanya dibantu dua alat berat, padahal untuk bisa cepat perlu dibantu alat lain,” katanya.

Ia mengungkapkan, tim evakuasi juga kekurangan tabung oksigen beserta selangnya untuk membantu proses pencarian.  “Sekarang tersisa tiga tabung, padahal perlu sampai 10 tabung karena petugas pencari yang masuk reruntuhan juga memerlukan pasokan oksigen,” katanya.

Hotel Ambacang yang mempunyai delapan lantai itu, ambruk  tiga lantai bagian bawahnya dan diduga ada sekitar 100 lebih orang yang masih terjebak reruntuhan hotel tersebut. Proses evakuasi korban memang menjadi tontonan warga yang selamat. Seperti yang terlihat pada proses evakuasi korban di kantor Adira Finance, yang diperkirakan korban yang terjebak di dalamnya sekitar 25 orang.

Agus, salah satu warga yang selamat, mengatakan kalau dirinya dengan seorang rekannya ingin melihat proses evakuasi dikarenakan ada salah seorang temannya yang bekerja di tempat itu belum diketahui kabarnya.Meski kemungkinan korban yang ada di dalam bangunan tersebut tipis harapan untuk selamat, tetapi dirinya masih berharap kalau temannya tersebut akan selamat.

“Keajaiban selalu datang kapan saja, dan saya menunggu untuk itu,” katanya. Evakuasi korban menyedot perhatian warga yang selamat ketika melintasi tempat bangunan yang roboh. Rata-rata mereka prihatin atas musibah yang terjadi. Afrizal, salah seorang petugas yang melakukan evakuasi di gedung leasing itu, mengatakan korban yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 15 orang dan saat ini, kata dia, korban yang masih belum dievakuasi masih ada.

“Kemarin, korban yang berhasil dievakuasi tujuh orang, tiga di antaranya selamat. Korban selamat ini ditemukan siang hari kemarin,” urainya.Petugas yang melakukan evakuasi terdiri atas tim SAR, aparat kepolisian, dan TNI.(tim padang)


Tiga Desa Dilanda Longsor, Ratusan Orang Tertimbun

Aldian dan Arset Kusnadi

03/10/2009 09:39
Liputan6.com, Padang Pariaman: Tiga desa di Kecamatan patamuan, Padang Pariaman, Sumatra Barat, tertimbun longsoran bukit akibat gempa Rabu silam. Diperkirakan 250 orang tertimbun longsoran. Namun hingga Jumat (2/10), baru 12 korban tewas yang berhasil ditemukan.

Ketiga desa yang tertimbun longsoran bukit adalah Desa Lareh Nan Panjang, Desa Pulau Aiya, dan Desa Ladang Laweh. Ketiga desa ini terletak di lereng bukit dan terletak sekitar 20 kilometer dari Kota Pariaman Utara. Untuk mengakses ke desa ini harus berjalan kaki selama satu setengah jam dari jalan raya Pariaman Utara.

Sejauh ini belum ada bantuan yang memadai. Sejumlah aparat yang didatangkan dari Kepolisian Daerah Sumatra Selatan telah memberikan bantuan namun tak dilengkapi peralatan.(YNI/YUS)


Update Jumlah Korban Gempa

Klik disini untuk Update Jumlah Korban Gempa

Bagi yang tidak bisa menghubungi keluarganya bisa menelpon ke No Telp Hotline Gempa 0751 9824971 sd 9824980 ada 10 nomor FREE CALL di padang.

Kemarin Sumatera Barat diguncang Gempa kembali, gempa kali ini 7,6 Skala Richter, Alhamdulillah keluarga saya di Kota Payakumbuh, aman dan selamat hanya terkena efek goncangan saja, tapi keluarga dari istri yang belum tahu nasib dan kejelasannya, HP dan telp rumah tidak bisa di hubungi, semua mati, bahkan lampu semalaman mati di kota padang.

Pagi ini saya nonton berita di televisi korban gempa sudah sampai 200 orang meninggal dunia (TVONE), hingga saat ini saja korban yang tertimbun didalam hotel atau bangunan masih banyak. berikut berita-berita tentang gempa Sumatera Barat.

Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) di Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang, Sumatra Barat, gempa yang terjadi pukul 17.16 WIB di kedalaman 71 Km, berjarak 57 Km barat daya Pariaman.

Gempa dengan guncangan kuat itu membuat panik ribuan warga Pariman dan Kota Padang yang langsung berhamburan ke luar rumah dan pertokoan untuk menyelamatkan diri, bahkan sebagian lari ke tempat tinggi karena khawatir terjadi tsunami.

Goncangan gempa mengakibatkan jaringan telekomunikasi milik PT Telkom rusak dan terputus serta aliran listrik padam, sehingga warga nyaris tak bisa berkomunikasi, baik lokal maupun dari luar Padang dan Pariaman. Kota Padang nyaris seperti kota mati.

Penderitaan semakin bertambah, karena usai gempa terjadi kebakaran di beberapa titik, dan turun hujan, namun warga tetap bertahan di luar rumah karena khawatir dengan gempa susulan.

Kepanikan warga Kota Padang mereda setelah Satkorlak setempat menginformasikan secara luas kepada masyarakat bahwa tidak terjadi tsunami pascagempa yang guncangannya hampir dirasakan di seluruh Pulau Sumatra itu.

Berikut foto-foto Gempa Padang  Sumbar
gempa padang

gempa sumbar

gempa sumbar

gempa padang

gempa padang

gempa padang
foto gempa padang
foto gempa padang

Mohon doanya semoga keluarga saya di padang selamat


Informasi Lengkap Jambi Pasca Gempa 7.0

Jambi yang pada hari kamis pagi terkena gempa 7.0 SR menyisakan trauma yang mendalam bagi warganya. Gempa dengan kekuatan 7.0 SR tersebut telah memporak-porandakan Jambi dan sekitarnya khususnya Kerinci. Informasi lengkap Jambi pasca gempa yaitu dari 5 kecamatan di Jambi sedikitnya 465 rumah penduduk rusak berat, 984 rusak ringan, 59 rusak total atau ambruk. Gempa Jambi juga merusak bangunan masjid, sebanyak 14 masjid rusak berat. Sarana umum yaitu, dua gedung pemuda, rumah adat ambruk, dan satu puskesmas di Kecamatan Gunung Raya juga ambruk.

Selain itu data dari Dinas Pendidikan di Kecamatan Gunung Raya menyebutkan akibat gempa Jambi dinyatakan 38 sekolah mengalami kerusakan dengan perincian sebagai berikut, 8 bangunan SD rusak berat, 2 bangunan SMP rusak berat, 1 banguan juga rusak berat sedangkan 28 gedung sekolah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Dan ternyata sampai saat ini pemerintah pusat belum sama sekali membantu padahal korban bencana gempa Jambi sangat membutuhkan bahan makanan, selimut, dan tenda dikarenakan sampai detik ini pemerintah pusat masih serius menangani evakuasi korban gempa di Sumbar.


Puluhan Rumah Tertimbun Tanah Longsor

Tanah longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumbar.

Liputan6.com, Agam: Puluhan rumah di Desa Malalak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hilang tertimbun tanah longsor hanya beberapa menit setelah gempa terjadi Rabu petang silam. Pantauan SCTV, Jumat (2/10), hanya tumpukan tanah yang terlihat membentang.

Longsor juga menimbun 67 warga. Saat ini, baru tiga mayat yang bisa ditemukan. Sebagian besar korban lainnya masih tertimbun di kedalaman sekitar 10 meter. Proses evakuasi baru bisa dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya. Sebab pemerintah daerah setempat baru mengetahui bencana longsor. Selain itu, jalan menuju desa juga tertutup tanah longsor di beberapa titik. Diperkirakan evakuasi korban dengan alat berat baru bisa dilakukan dua hari mendatang.

Di Desa Paladangan, yang bertetangga dengan Desa Malalak, gempa mengakibatkan puluhan rumah rusak. Namun, tidak ada korban jiwa.


Lampung Diprediksi Akan Alami Gempa Besar

02/10/2009 23:55

Liputan6.com, Jakarta: Zona tumbukan lempeng Australia dan Eurasia yang sifatnya dinamis dan terus terjadi bisa menyebabkan energi yang terkumpul akan terlepas pada waktunya. Jika demikian, maka Provinsi Lampung diperkirakan akan menjadi daerah selanjutnya yang dilanda gempa besar. Sebagaimana yang diungkapkan pakar gempa Institut Teknologi Bandung, Profesor Doktor Sri Widiyantoro, belum lama ini.

Sri Widiyantoro menjelaskan, gempa di Padang, Sumatra Barat dan Jambi pada Rabu dan Kamis kemarin menyebabkan darah pengunci gempa di Kepulauan Mentawai menjadi lemah. Akibatnya, diperkirakan akan terjadi gempa bumi berkekuatan 8,9 SR yang tidak diketahui kapan waktunya. Jika energinya dilepaskan sekaligus, maka daerah-daerah di pesisir Padang dan Bengkulu akan ambalas 1,5 meter.

Tim Liputan 6 SCTV