Category Archives: Film

SINOPSIS Drama Asia (China) Pilgrimage t…

SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 17

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 17
Tayang: 19-Feb-2010 17:00 WIB

Begitu mendapat surat titipan Pangeran Tianyin, raja negara Bao Xiang langsung meminta sukarelawan untuk membebaskan sang putra. Siapa sangka, tidak ada satupun pejabat yang berani menawarkan diri. Bahkan, salah seorang diantaranya malah meminta biksu Xuanzang mengutus Bajie dan Wujing.

Sementara itu di Gunung Hua Guo, Wukong terus mengasah batu pemberian guru pertamanya Wu Di. Begitu selesai dan bisa melihat bayangan dirinya di cermin, Wukong sadar ada sesuatu yang salah pada dirinya. Ucapan salah seorang monyet tua yang merupakan penasehat menyadarkan dirinya akan satu hal : keceriannya sebagai bangsa kera telah hilang.

Tidak cuma itu, sang penasehat juga bisa menebak bahwa meski sudah kembali ke Gunung Hua Guo, pikiran Wukong masih melanglang buana bersama gurunya Xuanzang. Ucapan itu langsung membuat Wukong teringat dengan kejadian-kejadian yang telah dialaminya, dan sang penasehat dengan bijak menyuruhnya pergi mencari sang guru.

Saat sadar, Pangeran Tianyin mendapati dirinya tengah dirawat oleh Siluman Tengkorak Bai Gu Jing dan dengan cepat menepis tangan wanita itu. Keruan saja Bai Gu Jing sedih, apalagi ketika Pangeran Tianyin menyebut tidak bisa lagi mempercayai ucapannya. Rupanya, sang pangeran tidak bisa melupakan kalau dirinya telah berulang kali dibohongi.

Tiba-tiba terdengar kegaduhan didepan Gua Tengkorak, dan yang melakukannya adalah Bajie dan Wujing. Akibatnya, terjadi pertempuran sengit yang berakhir dengan kemenangan Bai Gu Jing. Begitu melihat Wujing berhasil diringkus, Bajie yang sempat berkoar-koar langsung melarikan diri.

Begitu tahu kalau Wujing adalah utusan dari negara Bao Xiang, Siluman Tengkorak Bai Gu Jing langsung marah dan menuduh kalau semuanya adalah bagian dari siasat Pangeran Tianyin. Keruan saja sang pangeran bingung, ia tidak merasa telah meminta bantuan dari ayahnya. Hal serupa juga diluruskan oleh Wujing yang menyebut bahwa apa yang diduga Bai Gu Jing adalah akibat mulut besar Bajie.

Berniat untuk membalas, Bai Gu Jing datang ke negara Bao Xiang dengan mengaku sebagai selir Pangeran Tianyin. Di depan raja, ia beralasan kalau sang pangeran terluka parah oleh serangan siluman harimau sehingga tidak bisa ikut. Sebagai bukti kalau dirinya tidak berbohong, Bai Gu Jing menunjukkan kalung yang telah dipakai Pangeran Tianyin sejak kecil.

Yang mengejutkan, Bai Gu Jing memfitnah biksu Xuanzang dan menyebutnya sebagai jelmaan siluman harimau. Lebih lanjut, Bai Gu Jing menyebut kalau biksu Xuanzang yang asli tengah terluka parah dan posisinya digantikan oleh siluman harimau yang menyamar. Keruan saja, Xuanzang yang dipanggil menghadap sangat kaget mendapat fitnah tersebut.

Namun, dengan cepat Bai Gu Jing mengubah Xuanzang menjadi seekor harimau dengan sihirnya. Mampu merasakan gurunya dalam bahaya, Yulong sang kuda putih tunggangan Xuanzang berubah ke bentuk aslinya. Bertekad untuk menyelamatkan Xuanzang, ia terlibat pertempuran hebat dengan Bai Gu Jing. Sayang, Yulong masih kalah sakti dari sang Siluman Tengkorak.

Dalam keadaan luka parah, Yulong menyuruh Bajie untuk meminta pertolongan dari Gua Hua Guo. Meski gengsi, mau tidak mau Bajie mengikuti permintaan Yulong. Bisa ditebak, Wukong yang memang masih sakit hati tidak mau mendengar ucapan Bajie, yang berbohong dengan menyebut kalau biksu Xuanzang-lah yang menyuruhnya menjemput sang siluman kera pulang.

Setelah dikerjai para kera, barulah Bajie menceritakan yang sebenarnya. Kaget saat tahu gurunya ditawan Bai Gu Jing, ditambah Bajie yang memanas-manasi, Wukong langsung terbang menuju Gua Tengkorak untuk membereskan semua masalah. Baginya tidak penting kalau Xuanzang tidak lagi menganggapnya sebagai murid, asalkan sang guru bisa dibebaskan.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS Drama Asia (China) Pilgrimage t…

SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 16

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 16
Tayang: 18-Feb-2010 17:00 WIB

Ternyata, sejak awal biksu Xuanzang juga sudah mencurigai tiga sosok manusia yang ditemuinya. Namun di lain sisi, ia tidak bisa menyangkal saran Bajie sebelumnya yang menyebut bahwa siluman juga adalah mahluk hidup dan tidak boleh dibunuh begitu saja.

Di saat biksu Xuanzang pasrah memikirkan nasibnya, Siluman Tengkorak Bai Gu Jing tengah mempersiapkan cara terbaik untuk menyantap daging sang biksu bersama Pangeran Tianyin (yang belum sadar akan kelicikan sang siluman tengkorak). Begitu sang pangeran muncul, Bai Gu Jing langsung memutar-balik cerita dan memposisikan biksu Xuanzang sebagai orang yang jahat.

Tidak sadar akan apa yang terjadi pada biksu Xuanzang, Wukong berusaha memenuhi keinginan guru pertamanya Wu Di untuk mengasah sebuah batu menjadi kaca. Kesal karena tidak mengerti dengan keinginan sang guru, Wukong memutuskan untuk kembali ke Gunung Hua Guo untuk kembali bertemu dengan para kera yang disayanginya.

Namun 500 tahun berlalu, keadaan Gunung Hua Guo sudah berubah, separuh diantaranya hangus terbakar saat peperangan dengan Istana Langit sementara hanya dua kera yang tersisa dari masa kejayaan Wukong. Yang mengenaskan, cucunya Xiao Xiao sangat kesepian karena wujudnya sebagai kera muda tidak bisa berubah sementara rekan-rekan seumurannya sudah lama mati.

Sementara itu, Bajie yang terus mencari Wukong untuk meminta bantuan akhirnya putus asa dan memutuskan untuk turun tangan sendiri membebaskan gurunya Xuanzang dan Wujing. Meski berhasil masuk ke Gua Tengkorak, namun ilmu silatnya tidak bisa menandingi Bai Gu Jing. Akhirnya, Bajie dan Wujing dilempar keluar Gua Tengkorak sementara Xuanzang tetap ditahan.

Pertempuran tersebut terlihat oleh Pangeran Tianyin, yang baru sadar akan watak Bai Gu Jing yang sebenarnya. Ia memutuskan untuk berbicara dengan Siluman Tengkorak itu untuk membujuknya melepaskan Xuanzang. Ketika sang pangeran mengancam bakal bunuh diri, Bai Gu Jing menyetujui permintaan tersebut.

Semua itu ternyata hanya akal bulus saja, Bai Gu Jing tetap berniat menyantap daging Xuanzang yang disebut bisa memberi umur panjang karena sadar sang pangeran yang adalah seorang manusia tidak seperti siluman yang berumur panjang. Diam-diam mendengar pembicaraan itu, Pangeran Tianyin cuma bisa menunduk sedih sambil membulatkan tekadnya membebaskan Xuanzang.

Berhasil membuat para penjaga mabuk, Pangeran Tianyin berhasil membawa Xuanzang keluar dari Gua Tengkorak. Secara tidak sengaja, keduanya bertemu Bajie dan Wujing yang tengah mencari cara membebaskan sang guru. Sebelum berpisah, Pangeran Tianyin menitipkan surat pada Xuanzang untuk ayahnya yang berkuasa di negara Bao Xiang.

Tiba-tiba terdengar suara Bai Gu Jing yang memerintahkan anak buahnya untuk melacak Xuanzang dan Pangeran Tianyin. Nekat mempertaruhkan nyawa, Pangeran Tianyin berusaha berjalan menjauh dari Gua Tengkorak. Langkahnya semakin lama semakin berat, dan ia akhirnya ambruk sambil memuntahkan darah.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 15

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 15
Tayang: 17-Feb-2010 17:00 WIB

Tidak memperdulikan nasehat Wukong, Bajie langsung mengambil makanan yang disodorkan Siluman Tengkorak Bai Gu Jing (yang menyamar sebagai gadis cantik) dengan cepat dan nyaris saja melahap semuanya kalau saja tidak teringat dengan biksu Xuanzang.

Ketika semuanya lengah, Bai Gu Jing berniat membunuh biksu Xuanzang. Namun, Wukong tiba-tiba muncul dan mengacaukan rencananya. Bajie berusaha menenangkan, namun Wukong yang sudah terlanjur jengkel melayangkan tongkatnya sehingga gadis cantik jelmaan Bai Gu Jing langsung tewas.

Melihat kekejaman Wukong, Xuanzang sangat marah dan langsung membacakan mantera yang membuat gelang kepala sang murid menyempit hingga siluman kera itu berteriak-teriak kesakitan. Berusaha menunjukkan kalau yang dibunuh adalah penjelmaan siluman, Wukong tetap dimarahi sang guru yang polos. Ditambah lagi, Bajie ikut memanas-manasi Xuanzang untuk memberi hukuman yang berat pada Wukong.

Sempat diusir, Wukong akhirnya diampuni Xuanzang dengan syarat tidak boleh membunuh orang lagi. Namun, emosinya memuncak begitu melihat Bai Gu Jing kembali dengan mengaku sebagai ibu dari gadis yang tewas di tangan Wukong. Melihat wanita tua itu mendekati sang guru, Wukong melupakan larangan Xuanzang dan kembali membunuh jelmaan Bai Gu Jing untuk kedua kalinya.

Tidak membiarkan Siluman Tengkorak kabur begitu saja, Wukong melakukan pengejaran dan keduanya terlibat pertempuran seru. Saat tengah adu mulut, karena Bai Gu Jing meminta sang siluman kera untuk melihat sosoknya dengan cermat, Wukong tiba-tiba jatuh sambil memegangi kepalanya. Rupanya, Xuanzang kembali membaca mantera yang membuat gelang kepala Wukong menyempit.

Melihat sang kakak seperguruan menderita, Wujing langsung memohon pada Xuanzang untuk menghentikan bacaan manteranya. Untuk kedua kalinya, Wukong kembali diusir namun menolak sambil menyembah-nyembah minta diampuni. Memberi kesempatan bagi sang murid untuk terakhir kalinya, Xuanzang akhirnya kehilangan kesabaran ketika Wukong kembali membantai seorang pria tua yang mengaku sebagai suami dan ayah dari dua wanita yang telah tewas sebelumnya.

Meski sudah ditunjukkan bukti-bukti kuat lewat jenazah sang pria yang berubah menjadi tengkorak, Xuanzang tidak mau lagi mengakui Wukong sebagai murid dan mengusirnya pergi. Meski nakal, Wukong ternyata memang murid yang berbakti. Sebelum pergi, ia menyembah sang guru sebanyak tiga kali sebagai wujud terima kasih pada Xuanzang sebelum kemudian terbang sambil menangis tersedu-sedu.

Tak lama setelah Wukong pergi, Bai Gu Jing menunjukkan wujud aslinya dan tiga jelmaan sebelumnya. Dari situ, Xuanzang sadar kalau dirinya telah melakukan kesalahan, namun semuanya sudah terlambat. Tanpa kesulitan, Bai Gu Jing mampu mengalahkan Bajie dan Wujing.

Terbang tidak tentu arah, Wukong sampai ke Gua Shan Xing. Sempat ragu-ragu, pintu gua tersebut langsung terbuka. Buru-buru masuk, Wukong langsung berlutut untuk memberi penghormatan pada Wu Di, guru pertama sekaligus orang yang mengajarinya berbagai kesaktian. Sambil menangis tersedu-sedu, Wukong meminta maaf atas semua kesalahan yang dilakukannya.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 14

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 14
Tayang: 16-Feb-2010 17:00 WIB

Pemilik rumah mengajukan penawaran menarik : biksu Xuanzang dan tiga muridnya diijinkan untuk memilih salah satu dari tiga anak perempuannya untuk dinikahi. Tidak cuma diiming-imingi bakal ditanggung kehidupannya, nyonya rumah juga mencela kepergian rombongan biksu Xuanzang yang dianggap membuang-buang waktu.

Iming-iming kemakmuran dan kekayaan ternyata tidak menggoyahkan biksu Xuanzang, yang tetap teguh pada pendiriannya. Dari keempat anggota rombongan, yang paling tergoda adalah Bajie, namun ia berusaha menutupi keinginannya dengan mendorong sang guru Xuanzang dan adik seperguruannya Wujie untuk menerima tawaran sang empunya rumah.

Ketika malam tiba, satu-persatu anggota rombongan digoda oleh ketiga anak perempuan pemilik rumah…kecuali Bajie. Tidak memperdulikan perempuan yang ada dihadapannya dengan begitu menggoda, Xuanzang terus membaca ayat-ayat ajaran Buddha. Di saat yang sama, Wujing yang polos sangat ketakutan begitu tahu salah seorang anak perempuan pemilik rumah sudah berada disampingnya dan langsung mengusir perempuan itu keluar.

Bajie yang kesal memutuskan untuk mengendap-ngendap dan mendengarkan pembicaraan antara pemilik rumah dan ketiga putrinya. Begitu tahu kalau ketiganya tengah memperebutkan dirinya, Bajie tidak bisa lagi menahan diri dan langsung muncul dari persembunyian. Kepada sang pemilik rumah, ia mengaku siap menjadi istri salah satu dari ketiga putri dan yakin kalau biksu Xuanzang tidak akan melarang.

Ketika menghadap sang guru, Bajie pura-pura prihatin dan berusaha menunjukkan kalau dirinya hanya memikirkan kebaikan Xuanzang. Tidak sadar kalau Wukong telah mendengar semua pembicaraan, Bajie pura-pura pergi dengan berat hati ketika Xuanzang mengijinkannya untuk menikah dengan salah satu putri pemilik rumah. Begitu tidak terlihat, Bajie mulai memperlihatkan sifat aslinya.

Mendengar kalau tiga putri pemilik rumah memperebutkan dirinya, Bajie menawarkan diri untuk memperistri ketiganya sekaligus. Sayang ketika diuji untuk menangkap salah satu dari tiga putri tersebut, sang siluman babi gagal. Paginya saat terbangun, Bajie mendapati dirinya terikat di sebuah pohon. Ia langsung menangis meraung-raung sambil berteriak minta tolong.

Rupanya, sang pemilik rumah dan tiga anak perempuannya adalah utusan dari Langit yang ditugaskan untuk mencobai rombongan biksu Xuanzang. Sejak awal, Wukong rupanya sudah tahu kalau rombongan biksu Xuanzang tengah dicobai. Setelah menertawakan sambil mengolok-olok Bajie, Wukong bersama biksu Xuanzang dan Wujie meneruskan perjalanan.

Memasuki sebuah wilayah asing yang angker, Wukong meminta Bajie dan Wujing untuk menemani biksu Xuanzang sementara dirinya memeriksa keadaan dari atas awan. Mereka tidak sadar bahwa tempat tersebut adalah wilayah kekuasaan Siluman Tengkorak Bai Gu Jing, yang berniat menangkap biksu XUanzang untuk disantap dagingnya. Konon, daging sang biksu bisa membuat seseorang hidup abadi.

Menyamar sebagai wanita cantik, Bai Gu Jing mendatangi biksu Xuanzang, yang ditemani oleh Bajie dan Wujing, untuk menawarkan makanan. Berbeda dengan Wujing yang curiga melihat seorang gadis berkeliaran sendirian di tengah hutan, mata Bajie langsung berbinar-binar melihat kecantikan Bai Gu Jin.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 12

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 12
Tayang: 5-Feb-2010 18:00 WIB

Ketika memasuki sebuah desa, sosok Wukong yang berwajah kera membuat penduduk desa ketakutan dan lari tunggang-langgang. Tidak merasa melakukan kesalahan apa-apa, keruan saja Wukong tersinggung dan langsung menarik salah seorang penduduk.

Orang tersebut, yang belakangan ternyata bernama Cao Cai, ternyata disuruh oleh keluarga Gao untuk mencari orang sakti demi mengusir siluman yang menghuni rumah majikannya. Mendengar ada siluman pengganggu, biksu Xuanzang dan Wukong langsung bergegas menuju ke rumah keluarga Gao.

Begitu sampai disana, tuan rumah sempat terkejut melihat Wukong yang disebut sebagai siluman. Mulai terbiasa, Wukong malah berulah dengan menunjukkan ilmu perubahan wujudnya yang nyaris membuat tuan dan nyonya keluarga Gao pingsan saking kagetnya. Dengan sedikit kesal, biksu Xuanzang langsung menegur sang murid.

Setelah berbicara dengan tuan rumah, akhirnya diketahui bahwa beberapa waktu sebelumnya, seorang pria bertubuh subur datang dan bekerja di rumah keluarga Gao. Karena begitu terkesan, Tuan Gao akhirnya bahkan mengijinkan putri bungsunya Cue Lan untuk diperistri pria tersebut.

Belakangan baru ketahuan kalau pria tersebut adalah siluman babi, dan Cue Lan dilarang untuk bertemu dengan kedua orangtuanya. Berusaha mencari tahu, Wukong langsung mendobrak pintu rumah dimana Cue Lan disekap. Berdasarkan penuturan gadis itu, ternyata sang siluman babi memperlakukan dirinya dengan baik.

Untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, Wukong menyamar sebagai Cue Lan. Bisa ditebak, siluman babi yang ternyata bernama Zhu Bajie tersebut habis dikerjai Wukong. Mengaku tidak takut pada siapapun, Bajie langsung bersiap lari begitu Cue Lan gadungan menyebut kalau keluarganya telah memanggil Wukong.

Dengan cepat, Wukong langsung berubah ke wujud aslinya dan menantang Bajie bertarung. Sempat menjelaskan asal-usulnya yang ternyata adalah mantan penghuni Istana Langit yang diusir turun ke Bumi, Bajie langsung terlibat pertempuran sengit dengan Wukong. Karena tidak bisa melawan kesaktian sang siluman kera, Bajie langsung kabur.

Begitu kembali, Wukong langsung menceritakan semua yang dialaminya pada biksu Xuanzang. Mendengar keluarga Gao menghina siluman, Wukong tidak terima dan langsung menyebut bahwa siluman yang berwatak baik tidak pantas dibasmi sementara banyak manusia yang sikapnya lebih jahat dari siluman.

Melihat Cue Lan menyukai Bajie, Wukong yang serba-salah akhirnya kembali berpamitan kepada sang guru untuk menangkap sang siluman babi. Dalam waktu singkat, Wukong berhasil menemukan gua persembunyian Bajie, yang tengah tertidur, dan langsung menantangnya bertarung.

Bisa ditebak, Bajie yang kesal karena terus diganggu Wukong tidak berdaya, bahkan senjata andalannya tidak mampu melukai sang siluman kera. Namun begitu mendengar ucapan Wukong tentang biksu Xuanzang, Bajie langsung menjatuhkan senjatanya sambil menyebut bahwa ia telah ditugaskan oleh Dewi Guanyin untuk ikut menemani sang biksu dan Wukong mengambil kitab suci di daerah Barat.

Untuk membuktikan dirinya tidak berbohong, Bajie berani mengucapkan sumpah di hadapan Langit dan merelakan dirinya menjadi tawanan Wukong. Begitu kembali ke kediaman keluarga Gao, Bajie memanggil Cue Lan sambil meminta sang istri untuk tidak mengkuatirkan dirinya yang akhirnya telah berhasil bertemu dengan biksu yang selama ini ditunggu-tunggu.

Dalam keadaan diikat, Bajie menceritakan asal-usulnya. Rupanya saat masih bergelar Tianpeng, ia terpikat oleh kecantikan Dewi Bulan Cang’e. Sempat berbicara sebentar, lama-kelamaan Bajie jatuh cinta pada sang dewi. Suatu hari, dalam keadaan mabuk Bajie menyapa Cang’e yang singgah di Langit.

Pembicaraan yang semula berlangsung tenang lama-kelamaan memanas terutama setelah Bajie mengutarakan perasaannya dan berusaha memeluk Cang’e. Langsung menggunakan selendangnya untuk menangkap Bajie, Cang’e melaporkan apa yang terjadi ke Raja Langit, yang langsung murka.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 11

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 11
Tayang: 4-Feb-2010 18:00 WIB

Setelah mencari kesana-kemari, Wukong akhirnya mulai mendapat jejak jubah pusaka sang guru. Sayang kebiasaan lamanya masih belum hilang. Saat seorang pria yang ternyata adalah siluman ular menolak buka mulut, tanpa basa-basi Wukong langsung menghajar kepala siluman itu hingga tewas.

Dengan kesaktiannya, Wukong tiba di depan gua tempat bermukim Siluman Beruang. Sempat meremehkan Wukong dan langsung mencelanya sebagai mantan tukang kuda di Istana Langit, sang siluman langsung ketar-ketir ketika Wukong menunjukkan kehebatannya. Beralasan bakal melanjutkan pertarungan setelah selesai makan, Siluman Beruang masuk ke guanya dengan terbirit-birit.

Di biara, Xuanzang menasehati kepala biara yang tamak untuk sadar dari kesalahannya dan tidak mencoba bunuh diri lagi. Wukong sempat kembali selama beberapa saat sebelum kemudian pergi lagi. Di perjalanan, ia melihat dua orang biksu yang kabur dari kuil dengan membawa harta benda dibunuh oleh seorang siluman.

Setelah ganti membunuh siluman tersebut, Wukong mendapati sebuah surat undangan pada kepala biara dari Siluman Beruang. Langsung menyamar, Wukong mampu masuk ke gua milik Siluman Beruang dengan mulus. Namun tak lama kemudian, penyamarannya terbongkar sehingga terjadi perkelahian sengit.

Lagi-lagi, Siluman Beruang mengeluarkan sejumlah alasan untuk menunda pertarungan sebelum kemudian kabur. Wukong yang gemas langsung menyusul sambil berniat menghancurkan gerbang gua tempat sang siluman bermukim, namun ia sangat terkejut ketika pintu gua bergeming meski sudah dihajar dengan tongkat saktinya.

Kembali dengan tangan hampa, Wukong ditegur oleh biksu Xuanzang. Langsung menceritakan apa yang dilihatnya, termasuk dugaan kalau Siluman Beruang dan biksu kepala bersekongkol, Wukong terdiam ketika ditanya Xuanzang soal nasib siluman yang ditemuinya dan langsung pergi ke tempat Dewi Guanyin.

Datang sambil marah-marah, Wukong langsung tertunduk malu ketika Dewi Guanyin menegurnya. Karena memandang Xuanzang, sang dewi akhirnya setuju membantu Wukong untuk menaklukkan Siluman Beruang. Di tengah perjalanan, sikap buruk Wukong kembali muncul ketika tanpa basa-basi langsung membunuh siluman serigala yang merupakan salah satu sahabat Siluman Beruang.

Meminta Dewi Guanyin menyamar sebagai siluman serigala, Wukong sukses masuk ke markas Siluman Beruang. Bahkan, belakangan sang siluman harus merasakan kepalanya dibalut gelang sakti seperti yang dimiliki Wukong. Karena tidak kuat menahan sakit, Siluman Beruang takluk dan menyebut siap mengabdi untuk kebaikan.

Setelah mendapatkan apa yang dicari, Wukong kembali ke biara dan disambut oleh Xuanzang. Sempat menolak ketika sang guru memerintahkan Wukong menyerahkan jubah kepada kepala biara, kebaikan hati Xuanzang membuka mata para penghuni biara, yang memutuskan bakal bertobat dan kembali ke jalan kebenaran.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 10

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 10
Tayang: 3-Feb-2010 18:00 WIB

Tidak tega melihat biksu Xuanzang bersedih, Wukong mengejar naga yang memakan tunggangan sang guru. Berhasil memancing sang naga keluar, ternyata Wukong berhadapan dengan seorang pria berbaju putih. Keduanya terlibat pertempuran seru, namun ternyata tidak mudah bagi Wukong untuk menaklukkan sang rival.

Penasaran karena tidak berhasil, Wukong kembali menjajal kemampuan naga putih musuhnya. Di darat, Xuanzang yang tengah menanti kembalinya Wukong kedatangan tamu istimewa : Dewi Guanyin. Oleh sang dewi, Wukong diminta untuk memanggil sang siluman naga putih menghadap.

Rupanya, naga putih tersebut bernama Yulong, yang merupakan putra ketiga Raja Naga Laut Barat yang diasingkan karena membuat kesalahan, tengah menanti kedatangan seorang biksu yang bakal mengambil kitab suci di Barat. Oleh Dewi Guanyin, Yulong diubah menjadi seekor kuda putih yang nantinya bakal digunakan oleh biksu Xuanzang.

Begitu Dewi Guanyin hendak pergi, Wukong langsung menyela dan mengatakan tidak sanggup menemani biksu Xuanzang dengan kemampuan yang dimilikinya. Sambil tersenyum, Dewi Guanyin memberikan tiga helai rambut ajaib yang bisa digunakan untuk saat mendesak.

Dengan kuda yang baru, Xuanzang meneruskan perjalanan. Ketiganya berhenti di sebuah kuil, dimana kepala biaranya mengaku sudah berumur nyaris 270 tahun. Dasar Wukong, ia malah sempat nyaris membuat keonaran, dengan memainkan gong, dan dengan santai menyebut bahwa sang kepala biara masih jauh lebih muda dibanding dirinya.

Terus bertanya-tanya soal benda yang dibawa Xuanzang, sang biksu kepala langsung tertarik begitu Wukong menyebut soal jubah pusaka. Dengan berat hati, Xuanzang menunjukkan jubah pemberian Dewi Guanyin yang langsung membuat seluruh penghuni biara terkesima. Tergerak oleh rasa serakah, kepala biara meminta ijin untuk melihat-lihat jubah tersebut selama satu hari.

Sifat serakah benar-benar telah menguasai kepala biara, ia hendak memiliki jubah pusaka Xuanzang untuk dirinya sendiri. Tergerak oleh permintaan sang guru, para biksu biara langsung memutuskan untuk menghabisi Xuanzang dan muridnya Wukong. Seorang biksu muda menentang, dan langsung dikurung di dalam sebuah gudang.

Niat busuk tersebut tercium oleh Wukong, yang langsung mendatangi salah satu dari Empat Dewa Penjaga Langit untuk meminjam payung sakti. Teringat dengan pesan sang guru untuk tidak sembarangan membunuh orang, Wukong berniat memberi pelajaran pada para biksu tamak yang berniat menguasai jubah sakti sang guru.

Kencangnya angin yang berhembus membuat seluruh kuil terbakar…kecuali biksu Xuanzang yang tengah tertidur pulas. Begitu bangun, sang biksu malah memarahi Wukong yang dianggap terlalu kejam. Sempat kesal dengan ucapan sang guru, Wukong kaget saat tahu jubah sakti biksu Xuanzang telah dicuri seseorang.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 9

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 9
Tayang: 2-Feb-2010 18:00 WIB

Sebelum pergi, Kaisar Taizong memberi sang biksu nama baru : Xuanzang. Tidak cuma itu, sang kaisar Tang juga memberi dua benda yang sebelumnya diberikan Dewi Guanyin yaitu tongkat dan jubah. Ditemani oleh dua orang pengawal dan seekor kuda, Xuanzang memulai perjalanan ke arah Barat untuk mengambil kitab suci.

Baru saja keluar dari kota dan memasuki hutan, rombongan Xuanzang diserang oleh seekor harimau ganas. Dua pengawalnya jadi korban, Xuanzang juga nyaris saja terbunuh kalau saja tidak ditolong oleh seorang pemburu bernama Liu Buojing. Dari pemburu Liu pula, sang biksu akhirnya tahu tentang seekor dewa kera yang dikurung di Gunung Lima Jari.

Begitu mendekat, samar-samar Xuanzang mendengar ada seseorang yang memanggilnya guru. Ternyata dibalik semak-semak, menyembul wajah mahluk berwajah kera yang menyebut siap menjadi murid Xuanzang dan menemaninya mengambil kitab suci di wilayah barat. Begitu kertas mantera Buddha Ru Lai diangkat, Wukong langsung meminta Xuanzang dan pemburu Liu mundur. Sekali mengerahkan kekuatan, Gunung Lima Jari langsung hancur berantakan dan Wukong, setelah 500 tahun, akhirnya bebas.

Langsung melompat-lompat kegirangan, Wukong, yang diberi nama baru Xingzhe oleh sang guru, mulai mengikuti biksu Xuanzang. Di tengah jalan, keduanya dihadang oleh harimau yang sempat nyaris mencelakai Xuanzang. Bukannya takut, Wukong dengan santai membantai harimau tersebut dan mengambil kulitnya sebagai pakaian. Tidak cuma itu, belakangan ia juga membunuh beberapa orang perampok yang berusaha mencuri barang sang guru.

Biksu Xuanzang sudah tentu terkejut, ia sama sekali tidak menyangka Wukong bakal berbuat sekeji itu. Namun menasehati Wukong, yang tidak pernah mendapat pengajaran tentang belas kasihan, ternyata tidak mudah, ia bahkan meninggalkan Xuanzang sendirian dan pergi entah kemana. Di tengah jalan, Xuanzang bertemu dengan seorang wanita tua yang menyerahkan pakaian dan penutup kepala yang disebut bakal mampu mengendalikan sang murid.

Rupanya, wanita itu adalah penjelmaan dari Dewi Guanyin, yang kemudian berhasil membujuk Wukong untuk kembali lewat sebuah lukisan dan cerita. Terdiam ketika disebut telah melewatkan kesempatan untuk mendapat pengajaran tentang kebenaran, Wukong akhirnya dengan berat hati kembali ke hadapan Xuanzang.

Langsung tertarik begitu melihat pakaian yang disimpan sang biksu, Wukong langsung melompat-lompat gembira begitu Xuanzang memperbolehkannya memakai pakaian yang disebut-sebut sebagai pemberian seorang wanita tua itu. Begitu mengenakan penutup kepala, tiba-tiba Wukong merasa kepalanya sakit luar biasa. Tak jauh dari sana, biksu Xuanzang terus membaca mantera.

Rupanya, di balik penutup kepala tersebut terdapat sebuah gelang kepala yang tidak bisa dilepaskan oleh siapapun. Begitu ada kesempatan, Wukong berusaha menyerang sang guru, tapi dengan cepat Xuanzang kembali membaca mantera yang membuat sang siluman kera berguling-guling kesakitan.

Karena tidak ingin disiksa lagi, Wukong akhirnya menyembah Xuanzang dan berjanji bakal menuruti perintah sang guru. Cobaan baru kembali didapat. Saat berada di pinggir sebuah sungai, muncul seekor naga raksasa yang melahap kuda tunggangan sang biksu.(indosiar.com/mdL)


SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 7

SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 7
Tayang: 28-Jan-2010 18:00 WIB

Namun Wukong ternyata terlalu sakti, golok Istana Langit hingga berbagai unsur yang digunakan untuk mencabut nyawanya ternyata tidak mempan. Laotzu akhirnya mengusulkan supaya Wukong dimasukkan kedalam tungku segi delapan miliknya. Usul tersebut akhirnya disetujui Raja Langit.

Dalam perjalanan kembali ke Istana Langit, Raja Langit dan Permaisuri membicarakan soal Wukong yang kerap membandel. Sambil tersenyum simpul, Permaisuri menyebut kalau Wukong mengingatkannya pada Dewa Er Lang yang juga tumbuh tanpa kasih sayang orang tua.

Sebelum dimasukkan, Wukong masih sempat memaki-maki Laotzu yang dianggap terlibat persekongkolan memusuhi dirinya. Selama 49 hari, Wukong berada di dalam tungku. Saat hendak membuka tungku karena mengira Wukong telah menjadi abu, Laotzu terkejut saat tahu siluman kera tersebut masih hidup dan semakin sakti karena telah menyerap kekuatan api.

Begitu lepas, Wukong langsung menuju Istana Langit untuk membuat perhitungan dengan Raja Langit. Bahkan, Empat Dewa Penjaga Langit tidak berdaya menghadapi kesaktian Wukong yang makin berlipat ganda setelah keluar dari tungku. Dengan tongkatnya, Wukong juga berhasil membebaskan saudara-saudara angkatnya yang masih ditawan.

Setelah itu, hanya satu tempat yang menjadi tujuan Wukong : kediaman Raja Langit. Di tengah jalan, ia dihadang Nezha yang siap bertarung mati-matian dengan Wukong meski sebenarnya menaruh simpati pada sang siluman kera. Pertempuran sengit antara keduanya tidak bisa dielakkan, namun Nezha lagi-lagi tidak mampu menahan Wukong.

Di Istana Langit, Raja Langit tengah masygul memikirkan Wukong yang telah membuat kekacauan. Oleh Laotzu, Raja Langit dinasehatkan untuk meminta bantuan dari satu-satunya pihak yang bisa menaklukkan Wukong : Sang Buddha sendiri. Sadar kalau tidak ada pilihan lain, Raja Langit mengirim utusannya.

Keadaan semakin genting, Wukong yang telah merangsek masuk tengah berhadapan dengan para prajurit dan Dewa Pagoda Li Jing. Kuatir akan keselamatan Raja Langit, Li Jing meminta sang raja untuk segera mengungsi. Kesempatan itu digunakan Wukong untuk menghancurkan pilar istana dan kursi tahta.

Wukong rupanya masih belum puas, ia mengejar rombongan Raja Langit dan Permaisuri yang tengah mengungsi. Permaisuri berusaha membujuk Wukong untuk belajar memaafkan orang lain, namun sang siluman kera sudah terlanjur mendendam karena dikurung selama 49 hari. Ucapan Wukong yang dianggap lancang membuat Dewa Pagoda Li Jing marah, ia langsung mengerahkan pagoda andalannya untuk mengurung Wukong.

Secara mengejutkan, pagoda andalan Li Jing hancur karena tidak mampu menahan Wukong. Saat hendak menyerang Raja Langit, tiba-tiba Wukong mendengar suara dari atasnya. Dengan congkak, Wukong langsung berhadapan dengan sosok yang tidak lain adalah Buddha tersebut.(indosiar.com/mdL)


Pilgrimage to the West 2009

Stasiun televisi Indosiar menayangkan serial kera sakti dengan judul Pilgrimage to the West yang diproduksi CCTV tahun 2009, mulai tayang di indosiar 20-Jan-2010 jam 18:00 WIB, setiap senin sampai jumat.

Title : ??? (New Xi You Ji)
English Title : Pilgrimage To The West, Journey To The West
Year : 2009

Cast :
Fei Yang as Sun Wukong
Victor Chen as Tang Seng
Xie Ning as Zhu Bajie
Han Xue as Bai Gujing
Liu Zi as Tieshan Gongzhu
Vivian Chen as Tianzhu Gongzhu
Yu Na as a White Mouse Spirit
Luo Yongjuan as Nezha
Wang Like as A Snake Spirit

trailer:

Saya menemukan link downloadnya, tapi yang tanpa subtitle, jadi tidak ngerti, Laughinglebih baik nonton yang indosiar saja. Blablablanya silakan dibaca saja di:

http://www.cctv.com/program/cultureexpress/20081103/106958.shtml

and here you can download the whole series:

http://hotfile.com/dl/23564394/6a73b10/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.01.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23566240/4e13671/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.02.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23568076/f7ebce5/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.03.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23570055/98e0638/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.04.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23571980/399bc7e/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.05.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23574200/1395988/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.06.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23592083/66e8521/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.07.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23595408/04eb9c4/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.08.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23596808/3acd490/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.09.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23564724/82729f6/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.10.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23603107/19d1c30/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.11.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23572192/66c9fa1/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.12.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23574138/1a8f5c3/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.13.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23576304/4f307b7/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.14.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23578719/7c21566/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.15.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23593855/23257dd/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.16.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23583591/cea6954/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.17.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23585643/5119218/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.18.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23587751/ca011b2/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.19.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23589474/122ebcf/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.20.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23574373/c7cd992/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.21.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23576639/a6aa00d/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.22.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23579062/3c45be4/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.23.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23601510/fd6f9ce/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.24.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23583578/b3f6bfd/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.25.rmvb.html
http://hotfile.com/dl/23585642/349a0cb/2010.XinXiYouJi.DVD.JswSky.us.26.rmvb.html