SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 15


SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 15
Tayang: 17-Feb-2010 17:00 WIB

Tidak memperdulikan nasehat Wukong, Bajie langsung mengambil makanan yang disodorkan Siluman Tengkorak Bai Gu Jing (yang menyamar sebagai gadis cantik) dengan cepat dan nyaris saja melahap semuanya kalau saja tidak teringat dengan biksu Xuanzang.

Ketika semuanya lengah, Bai Gu Jing berniat membunuh biksu Xuanzang. Namun, Wukong tiba-tiba muncul dan mengacaukan rencananya. Bajie berusaha menenangkan, namun Wukong yang sudah terlanjur jengkel melayangkan tongkatnya sehingga gadis cantik jelmaan Bai Gu Jing langsung tewas.

Melihat kekejaman Wukong, Xuanzang sangat marah dan langsung membacakan mantera yang membuat gelang kepala sang murid menyempit hingga siluman kera itu berteriak-teriak kesakitan. Berusaha menunjukkan kalau yang dibunuh adalah penjelmaan siluman, Wukong tetap dimarahi sang guru yang polos. Ditambah lagi, Bajie ikut memanas-manasi Xuanzang untuk memberi hukuman yang berat pada Wukong.

Sempat diusir, Wukong akhirnya diampuni Xuanzang dengan syarat tidak boleh membunuh orang lagi. Namun, emosinya memuncak begitu melihat Bai Gu Jing kembali dengan mengaku sebagai ibu dari gadis yang tewas di tangan Wukong. Melihat wanita tua itu mendekati sang guru, Wukong melupakan larangan Xuanzang dan kembali membunuh jelmaan Bai Gu Jing untuk kedua kalinya.

Tidak membiarkan Siluman Tengkorak kabur begitu saja, Wukong melakukan pengejaran dan keduanya terlibat pertempuran seru. Saat tengah adu mulut, karena Bai Gu Jing meminta sang siluman kera untuk melihat sosoknya dengan cermat, Wukong tiba-tiba jatuh sambil memegangi kepalanya. Rupanya, Xuanzang kembali membaca mantera yang membuat gelang kepala Wukong menyempit.

Melihat sang kakak seperguruan menderita, Wujing langsung memohon pada Xuanzang untuk menghentikan bacaan manteranya. Untuk kedua kalinya, Wukong kembali diusir namun menolak sambil menyembah-nyembah minta diampuni. Memberi kesempatan bagi sang murid untuk terakhir kalinya, Xuanzang akhirnya kehilangan kesabaran ketika Wukong kembali membantai seorang pria tua yang mengaku sebagai suami dan ayah dari dua wanita yang telah tewas sebelumnya.

Meski sudah ditunjukkan bukti-bukti kuat lewat jenazah sang pria yang berubah menjadi tengkorak, Xuanzang tidak mau lagi mengakui Wukong sebagai murid dan mengusirnya pergi. Meski nakal, Wukong ternyata memang murid yang berbakti. Sebelum pergi, ia menyembah sang guru sebanyak tiga kali sebagai wujud terima kasih pada Xuanzang sebelum kemudian terbang sambil menangis tersedu-sedu.

Tak lama setelah Wukong pergi, Bai Gu Jing menunjukkan wujud aslinya dan tiga jelmaan sebelumnya. Dari situ, Xuanzang sadar kalau dirinya telah melakukan kesalahan, namun semuanya sudah terlambat. Tanpa kesulitan, Bai Gu Jing mampu mengalahkan Bajie dan Wujing.

Terbang tidak tentu arah, Wukong sampai ke Gua Shan Xing. Sempat ragu-ragu, pintu gua tersebut langsung terbuka. Buru-buru masuk, Wukong langsung berlutut untuk memberi penghormatan pada Wu Di, guru pertama sekaligus orang yang mengajarinya berbagai kesaktian. Sambil menangis tersedu-sedu, Wukong meminta maaf atas semua kesalahan yang dilakukannya.(indosiar.com/mdL)

About oerlee syafroe

aQ suka Maen Komputer, edit Foto, Maen Game,buat rancangan rumah dari AutoCAD, jalan2, makan, Smsan, facebookan Lihat semua pos milik oerlee syafroe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: