SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 10


SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 10
Tayang: 3-Feb-2010 18:00 WIB

Tidak tega melihat biksu Xuanzang bersedih, Wukong mengejar naga yang memakan tunggangan sang guru. Berhasil memancing sang naga keluar, ternyata Wukong berhadapan dengan seorang pria berbaju putih. Keduanya terlibat pertempuran seru, namun ternyata tidak mudah bagi Wukong untuk menaklukkan sang rival.

Penasaran karena tidak berhasil, Wukong kembali menjajal kemampuan naga putih musuhnya. Di darat, Xuanzang yang tengah menanti kembalinya Wukong kedatangan tamu istimewa : Dewi Guanyin. Oleh sang dewi, Wukong diminta untuk memanggil sang siluman naga putih menghadap.

Rupanya, naga putih tersebut bernama Yulong, yang merupakan putra ketiga Raja Naga Laut Barat yang diasingkan karena membuat kesalahan, tengah menanti kedatangan seorang biksu yang bakal mengambil kitab suci di Barat. Oleh Dewi Guanyin, Yulong diubah menjadi seekor kuda putih yang nantinya bakal digunakan oleh biksu Xuanzang.

Begitu Dewi Guanyin hendak pergi, Wukong langsung menyela dan mengatakan tidak sanggup menemani biksu Xuanzang dengan kemampuan yang dimilikinya. Sambil tersenyum, Dewi Guanyin memberikan tiga helai rambut ajaib yang bisa digunakan untuk saat mendesak.

Dengan kuda yang baru, Xuanzang meneruskan perjalanan. Ketiganya berhenti di sebuah kuil, dimana kepala biaranya mengaku sudah berumur nyaris 270 tahun. Dasar Wukong, ia malah sempat nyaris membuat keonaran, dengan memainkan gong, dan dengan santai menyebut bahwa sang kepala biara masih jauh lebih muda dibanding dirinya.

Terus bertanya-tanya soal benda yang dibawa Xuanzang, sang biksu kepala langsung tertarik begitu Wukong menyebut soal jubah pusaka. Dengan berat hati, Xuanzang menunjukkan jubah pemberian Dewi Guanyin yang langsung membuat seluruh penghuni biara terkesima. Tergerak oleh rasa serakah, kepala biara meminta ijin untuk melihat-lihat jubah tersebut selama satu hari.

Sifat serakah benar-benar telah menguasai kepala biara, ia hendak memiliki jubah pusaka Xuanzang untuk dirinya sendiri. Tergerak oleh permintaan sang guru, para biksu biara langsung memutuskan untuk menghabisi Xuanzang dan muridnya Wukong. Seorang biksu muda menentang, dan langsung dikurung di dalam sebuah gudang.

Niat busuk tersebut tercium oleh Wukong, yang langsung mendatangi salah satu dari Empat Dewa Penjaga Langit untuk meminjam payung sakti. Teringat dengan pesan sang guru untuk tidak sembarangan membunuh orang, Wukong berniat memberi pelajaran pada para biksu tamak yang berniat menguasai jubah sakti sang guru.

Kencangnya angin yang berhembus membuat seluruh kuil terbakar…kecuali biksu Xuanzang yang tengah tertidur pulas. Begitu bangun, sang biksu malah memarahi Wukong yang dianggap terlalu kejam. Sempat kesal dengan ucapan sang guru, Wukong kaget saat tahu jubah sakti biksu Xuanzang telah dicuri seseorang.(indosiar.com/mdL)

About oerlee syafroe

aQ suka Maen Komputer, edit Foto, Maen Game,buat rancangan rumah dari AutoCAD, jalan2, makan, Smsan, facebookan Lihat semua pos milik oerlee syafroe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: