SINOPSIS | Pilgrimage to the West Episode 6


SINOPSIS
Drama Asia (China)
Pilgrimage to the West Episode 6

Sambil menunggu pagi tiba, Nezha menyempatkan diri untuk berbicara dengan ayahnya Dewa Pagoda Li Jing. Melihat reaksi sang putra, Li Jing sadar bahwa Nezha telah menganggap Wukong sebagai sahabat baiknya. Keduanya sepakat bahwa Wukong tidak jahat, hanya sifatnya sebagai monyet yang sulit diubah.

Begitu muncul di Istana Langit, Dewi Guanyin langsung bisa menebak bahwa Raja Langit tengah gundah karena Wukong. Sang dewi mengusulkan supaya Dewa Er Lang diutus untuk meringkus Wukong, namun Raja Langit tahu bahwa sang keponakan bakal menolak perintahnya. Sebagai jalan tengah, Dewi Guanyin mengutus asistennya Hui An yang juga adalah kakak Nezha untuk membujuk Dewa Er Lang.

Tanpa banyak bicara, Dewa Er Lang langsung setuju untuk turun tangan. Begitu melihat kehadiran sang dewa yang ditemani keenam saudaranya, Wukong sempat memandang remeh. Meski tahu kalau Dewa Er Lang adalah keponakan Raja Langit, namun sorak-sorai rakyat kera membuatnya pongah.

Tapi kali ini Wukong benar-benar mendapat lawan tangguh, pasalnya Dewa Er Lang juga menguasai jurus 72 Perubahan Wujud. Sempat kena ketapel saat berubah menjadi burung, Wukong bergerak cepat dengan menjelma menjadi sebuah kuil. Namun ada satu kelemahan : ekornya masih tetap utuh. Langsung bisa menebak kalau kuil tersebut adalah penjelmaan WUkong, Dewa Er Lang langsung memukul-mukul bagian jendela dan pintu bangunan tersebut.

Tiba-tiba kuil tersebut langsung berubah menjadi Wukong yang menjerit-jerit kesakitan karena kepala dan bibirnya memar dipukuli Dewa Er Lang. Dengan cepat, Wukong langsung kabur diiringi makian Dewa Er Lang yang kembali gagal meringkusnya. Karena kehabisan akal, Dewa Er Lang menghadap Dewa Pagoda Li Jing untuk meminta bantuan melacak Wukong.

Wukong sendiri ternyata punya rencana lain. Dengan menyamar sebagai Dewa Er Lang, ia mendatangi kediaman sang musuh bebuyutan untuk membebaskan salah satu rakyat kera yang ditawan dan telah dianggap sebagai cucunya yaitu Xiao Xiao. Siasat tersebut nyaris saja berhasil…kalau saja Dewa Er Lang asli tidak muncul.

Bisa ditebak, pertempuran sengit kembali terjadi. Sempat tersenyum karena merasa di atas angin, Wukong dikejutkan oleh mata ketiga yang ada di dahi Dewa Er Lang asli yang langsung membuka penyamarannya. Tiba-tiba dari atas langit, sebuah gelang emas melilit tubuh Wukong dan membuat Xiao Xiao terlempar.

Apa yang dilakukan Xiao Xiao berikutnya sama sekali tidak diduga siapapun : ia mengemis-ngemis pada Dewa Er Lang dan memohon supaya Wukong dilepaskan. Wukong sempat marah melihat kelakuan salah satu kera yang telah dianggap sebagai cucunya tersebut, namun sifatnya langsung melunak begitu Xiao Xiao menangis.

Sikap tersebut membuat Dewa Er Lang serba salah. Di satu sisi ia iba akan tulusnya permintaan Xiao Xiao, namun di sisi lain ia juga mengemban tugas dari Raja Langit. Untungnya dilema tersebut tidak berlangsung lama, pasalnya Wukong yang geregetan sekaligus tidak berdaya akhirnya memutuskan untuk menyerah.

Tersenyum melihat sang kera sakti telah diringkus, Dewi Guanyin akhirnya kembali ke kediamannya. Dengan tangan dan kaki dirantai, Wukong dihadapkan ke Raja Langit dan Permaisuri. Kali ini, Nezha sekalipun tidak bisa lagi membela sang sahabat. Saat dinasehati untuk bertobat, Wukong malah melawan. Akhirnya, vonis hukuman dijatuhkan oleh Dewa Pagoda Li Jing.(indosiar.com/mdL)

Tayang: 27-Jan-2010 18:00 WIB

About oerlee syafroe

aQ suka Maen Komputer, edit Foto, Maen Game,buat rancangan rumah dari AutoCAD, jalan2, makan, Smsan, facebookan Lihat semua pos milik oerlee syafroe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: