SBY Sebaiknya Menyikapi Gerakan Anti Korupsi Dengan Senyum


Pada tanggal 9 Desember besok, bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), akan melakukan gerakan aktivis dan rakyat antikorupsi, secara serentak di 33 provinsi, 400-an kabupaten / kota.

Menurut rencana sejumlah tokoh nasional dan puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berencana menggelar aksi damai yang terkait dengan Hari Antikorupsi Sedunia tsb. Di Jakarta, aksi atau gerakan anti korupsi tsb rencananya akan dipusatkan di sekitar Tugu Monas.

MENCERMATI SIKAP SBY

Sebagai presiden yang selama ini sering menyatakan akan melaksanakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, bahkan belum lama ini menyatakan akan menjadi orang terdepan untuk melawan pihak manapun yang akan melemahkan KPK, seharusnya SBY menyambut baik aksi anti korupsi yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2009 tsb.

Apakah SBY menyambut baik gerakan anti korupsi tsb ? Mari kita cermati saja sikap SBY dengan menyimak pernyataan-pernyataannya:

“Saya telah mengetahui bahwa rencana Gerakan 9 Desember sesungguhnya mempunyai motif lain, yaitu motif politik yang tidak mempunyai semangat pemberantasan korupsi. Saya, alhamdulillah, telah mendapat pengetahuan yang relatif lengkap tentang apa, siapa, dan sasaran yang akan dituju pada Gerakan 9 Desember mendatang.” Demikian pernyataan SBY pada Rapat Pimpinan Nasional ke-3 Partai Demokrat, Minggu (6/12-2009) di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Di bagian lain Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul, yang juga anggota Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum, membenarkan pernyataan SBY tersebut. “Informasinya jelas dari BIN (Badan Intelijen Negara), dari Mabes Polri, dan beberapa lagi. Ada menteri yang tidak terpilih ikut kok jadi provokator,” ujar Ruhut kepada Kompas.com.

Sementara itu Andi Malarangeng, Menpora yang gaya bicaranya masih seperti jubir presiden dalam acara “Apa Kabar Indonesia Malam” di TV One, tanggal 7/12-2009, mengatakan bahwa ada penumpang gelap di dalam gerakan anti korupsi yang tidak sabar menunggu pergantian presiden selama 5 tahun.

TAK PERLU KHAWATIR, SAMBUTLAH DENGAN SENYUM

Apakah kekhawatiran SBY cukup beralasan ataukah terlalu berlebihan ? Yang jelas sejumlah tokoh seperti Romo Sandyawan Sumardi (tokoh agama), Fadjroel Rachman (aktifis Kompak), Andrinof Chaniago (dosen ilmu politik UI), Hendrik (jubir Indonesia Crisis Center), telah menyatakan bantahan terhadap pernyataan SBY tsb. Di antara mereka bahkan ada yang mengatakan bahwa pernyataan SBY berlebihan dan cenderung seperti sikap paranoid.

Untuk menanggapi kekhawatiran tsb sebaiknya masalah ini kita cermati secara objektif dengan melihatnya dari berbagai sudut pandang. Untuk melihat kemungkinan adanya ancaman keamanan pada gerakan anti korupsi 9 Desember 2009 besok mari kita cermati pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta. Di sela-sela acara Apel Danrem-Dandim Terpusat di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/12-09), beliau mengatakan bahwa, hingga saat ini TNI belum melihat adanya indikasi yang mengarah pada kekacauan nasional jelang peringatan Hari Antikorupsi pada Rabu (9/12).

Di lain pihak, Mabes Polri tak mempermasalahkan rencana aksi turun ke jalan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia tsb. “Prinsipnya bagi Polri tidak ada masalah asal diberitahukan dan dilakukan secara damai,” ujar Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri Irjen Saleh Saaf, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/12-09).

Setelah mencermati pernyataan KSAD dan Kabaintelkam tentang tidak adanya kemungkinan gangguan keamanan yang serius terkait dengan gerakan anti korupsi tsb, sekarang mari kita cermati siapa dan apa yang dilakukan dalam aksi gerakan anti korupsi tsb.

Gerakan anti korupsi selain akan dilakukan oleh Kompak (Koalisi masyarakat sipil anti korupsi) juga akan dilakukan oleh sejumlah tokoh nasional, tokoh agama dan puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mereka berencana menggelar aksi damai terkait Hari Antikorupsi Sedunia.

Rencananya tokoh-tokoh nasional dan agama, seperti Din Syamsudin, Hasyim Muzadi, dan Syafei Maarif serta artis music country Frangky Sihalatua akan melakukan aksi damai bertajuk Gerakan Indonesia Bersih yang dipusatkan di Tugu Monas.

Satu hal lagi yang perlu diketahui bahwa memang ada tokoh politik yang akan ikut dalam hgerakan anti korupsi tsb, di antaranya adalah Rizal Ramli dan Fadli Zon. Tidak perlu khawatir terhadap tokoh-tokoh politik tsb, karena mereka dilarang melakukan orasi pada aksi gerakan anti korupsi tsb untuk mencegah adanya muatan politis.

Aksi damai tsb akan dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti diskusi, pembacaan orasi, baca puisi, dan berdoa. Dilihat dari siapa dan apa yang dilakukan dalam gerakan anti korupsi besok, masih perlukah SBY merasa khawatir ?

SBY bukan saja tidak perlu khawatir terhadap gerakan anti korupsi tsb, tapi juga perlu menyambut aksi tsb dengan senyum (seperti lampiran foto artikel ini) dan humor. Bukankah SBY juga adalah seorang humoris seperti pernah ditulis oleh seorang bloger Kompasiana ?

Sebagai orang yang juga gemar menulis puisi, tentu kan lebih baik lagi jika SBY ikut serta dalam aksi anti korupsi tsb dengan membaca puisi. Kalau perlu, sebagai orang yang bisa mencipta lagu, cobalah ciptakan sebuah lagu baru dengan judul “LANJUTKAN BASMI KORUPSI.”

8 Desember 2009
polhukam.kompasiana.com

About oerlee syafroe

aQ suka Maen Komputer, edit Foto, Maen Game,buat rancangan rumah dari AutoCAD, jalan2, makan, Smsan, facebookan Lihat semua pos milik oerlee syafroe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: