Korban Bencana Belum Tersentuh Bantuan


Jumat, 2 Oktober 2009 | 22:19 WIB

PARIAMAN, KOMPAS.com – Sebagian besar korban gempa bumi di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman masih belum tersentuh bantuan berupa logistik, makanan dan obat-obatan. Masyarakat membutuhkan tenda darurat karena rumah-rumah mereka hancur total dan tak bisa ditinggali lagi.

Selain akses bantuan yang belum tersalurkan ke korban, ratusan warga di pedalaman Kabupaten Padang Pariaman seperti di daerah Padang Alai yang berbatasan dengan Kabupaten Agam, belum diketahui nasibnya akibat tertimbun tanah longsor akibat gempa. Mereka juga masih belum dapat dievakuasi karena alat berat tak bisa menuju ke daerah Padang Alai. Akses jalan menuju Padang Alai terputus akibat gempa. Belum diperoleh kepastian berapa jumlah korban jiwa.

Data Satkorlak Penanggulangan Bencana di Posko Kantor Wali Kota Pariaman mencatat, hingga Jumat sudah 207 orang meninggal dunia di Kabupaten Padang Pariaman dan 29 orang di Kota Pariaman. Jumlah ini belum termasuk korban yang masih belum dievakuasi akibat timbunan tanah longsor di Padang Alai. Sedangkan jumlah rumah warga yang rusak di Kabupaten Padang Pariaman untuk sementara tercatat 13.750 unit dan 10.581 unit rumah di Kota Pariaman.

Warga Desa Cubudak Air Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Pariaman, yang hampir seluruh tempat tinggalnya rusak total akibat gempa, hingga Jumat (2/10) sore masih belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Satu-satunya bantuan yang datang hanya dari kerabat yang selamat dari gempa. Itu pun makanan yang sangat terbatas jumlahnya. “Kami membutuhkan makanan dan tenda, karena rumah-rumah kami tak bisa ditinggali lagi,” ujar salah seorang warga desa, Marzani.

Rumah-rumah warga Desa Cubudak Air Utara dan Cubudak Air Tengah rata-rata hancur dan rata dengan tanah akibat gempa. Beberapa rumah yang masih terlihat berdiri, tembok-temboknya retak dan rawan roboh. “Kami tak berani meninggalinya kembali. Dari luar saja terlihat masih berdiri, tapi kalau sudah di dalam, kami khawatir roboh karena sudah retak di mana-mana temboknya,” ujar warga desa Cubudak Air Utara lainnya, Zainal.

Warga desa membutuhkan tenda darurat secepatnya untuk dijadikan tempat tidur sementara. Sejak gempa yang terjadi Rabu lalu, warga memilih tidur di luar rumah atau di jalan di depan rumah-rumah mereka. “Yang kasihan anak-anak kecil karena kalau dua malam terakhir ini hujan turun. Bahkan saat gempa, hujan turun hingga pagi. Makanya kami sangat membutuhkan tenda. Paling tidak agar bisa beristirahat di malam hari,” katanya.

Belum lagi kata Zainal, bahan makanan banyak yang tak tersedia di rumah warga. Warga desa hanya bisa saling memberi bantuan makanan ala kadarnya kepada tetangga mereka yang sangat membutuhkan. “Kami tak bisa pergi ke pasar karena sepeda motor kehabisan bensin, sementara bensin sulit dicari. Kalau pun ada, harganya tak masuk akal,” tutur Zainal.

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mengakui, belum satu pun tenda darurat diberikan kepada warganya. Dia mengatakan, kerusakan bangunan, berupa rumah warga terjadi merata di seluruh wilayahnya, tetapi bantuan tenda darurat tak kunjung tiba hingga Jumat sore.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional sebenarnya sudah menjanjikan akan mengirim 500 tenda gulung, 10 tenda komando, 1.000 selimut, 1.000 tikar dan 10 genset. “Tetapi hingga saya jemput sendiri ke Padang, barang-barang tersebut belum juga ada untuk kami,” ujarnya.

Mukhlis mengakui, warganya terpaksa tak bisa beristirahat dengan nyaman karena bantuan berupa tenda darurat belum sampai ke mereka. “Saya hanya bisa berharap, bantuan tersebut secepatnya datang,” katanya.

Bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan juga masih sangat terbatas. Mukhlis mengaku tak bisa berbuat apa-apa, sementara banyak warganya membutuhkan pertolongan petugas medis akibat luka berat tertimpa bangunan. “Kami butuh banyak dokter spesialis bedah,” kata Mukhlis.

About oerlee syafroe

aQ suka Maen Komputer, edit Foto, Maen Game,buat rancangan rumah dari AutoCAD, jalan2, makan, Smsan, facebookan Lihat semua pos milik oerlee syafroe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: