Daily Archives: 2 Oktober 2009

Puluhan Rumah Tertimbun Tanah Longsor

Tanah longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumbar.

Liputan6.com, Agam: Puluhan rumah di Desa Malalak, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hilang tertimbun tanah longsor hanya beberapa menit setelah gempa terjadi Rabu petang silam. Pantauan SCTV, Jumat (2/10), hanya tumpukan tanah yang terlihat membentang.

Longsor juga menimbun 67 warga. Saat ini, baru tiga mayat yang bisa ditemukan. Sebagian besar korban lainnya masih tertimbun di kedalaman sekitar 10 meter. Proses evakuasi baru bisa dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya. Sebab pemerintah daerah setempat baru mengetahui bencana longsor. Selain itu, jalan menuju desa juga tertutup tanah longsor di beberapa titik. Diperkirakan evakuasi korban dengan alat berat baru bisa dilakukan dua hari mendatang.

Di Desa Paladangan, yang bertetangga dengan Desa Malalak, gempa mengakibatkan puluhan rumah rusak. Namun, tidak ada korban jiwa.


Lampung Diprediksi Akan Alami Gempa Besar

02/10/2009 23:55

Liputan6.com, Jakarta: Zona tumbukan lempeng Australia dan Eurasia yang sifatnya dinamis dan terus terjadi bisa menyebabkan energi yang terkumpul akan terlepas pada waktunya. Jika demikian, maka Provinsi Lampung diperkirakan akan menjadi daerah selanjutnya yang dilanda gempa besar. Sebagaimana yang diungkapkan pakar gempa Institut Teknologi Bandung, Profesor Doktor Sri Widiyantoro, belum lama ini.

Sri Widiyantoro menjelaskan, gempa di Padang, Sumatra Barat dan Jambi pada Rabu dan Kamis kemarin menyebabkan darah pengunci gempa di Kepulauan Mentawai menjadi lemah. Akibatnya, diperkirakan akan terjadi gempa bumi berkekuatan 8,9 SR yang tidak diketahui kapan waktunya. Jika energinya dilepaskan sekaligus, maka daerah-daerah di pesisir Padang dan Bengkulu akan ambalas 1,5 meter.

Tim Liputan 6 SCTV


Malam Ini, Pencarian Dihentikan Sementara


Tim SAR dari Swiss melakukan pencarian korban di STBA Prayoga di Padang, Sumbar.

02/10/2009 23:53

Liputan6.com, Padang: Hingga Jumat (2/10) malam tadi, tim penyelamat (SAR) dari Swiss dibantu seekor anjing pelacak masih melakukan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan bangunan di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga, Kota Padang, Sumatra Barat. Diperkirakan masih ada 11 orang yang terjebak. Saat berita ini diturunkan, pencarian untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan esok hari dengan bantuan alat berat.

Sementara itu, sejumlah alat berat dan truk-truk pengangkut puing-puing terus lalu lalang untuk membantu evakuasi dalam mencari korban yang masih hidup ataupun yang sudah menjadi jenazah. Selengkapnya, simak video berita ini.(UPI/LUC)


Penyelamatan korban selamat Hotel Ambacang menegangkan

MUHAMMAD AZHARI TANJUNG
WASPADA ONLINE


PADANG – Situasi drama penyelamatan korban selamat yang diperkirakan ada 8 orang masih yang dilakukan tim gabungan Brimob, TNI, Dinas Kesehatan dan tim SAR dari luar negeri masih menegangkan.  Hingga saat ini, Waspada Online melaporkan langsung dari tempat kejadian, tim SAR belum bisa menembus reruntuhan Hotel Ambacang yang terletak di Jalan Bundo Kanduang.

“Kita sudah mencoba, tapi sampai sekarang masih belum bisa kita tembus atau diketahui dimana keberadaan ke 8 korban tersebut,” terang salah satu anggota Brimob Hasan kepada Waspada Online, malam ini.

Dari pandangan Waspada Online, pencarian korban yang diperkirakan masih selamat terus berlangsung. Proses evakuasi ini sendiri dilakukan oleh tim SAR dari Amerika. Pencarian ini dilangsungkan dari berbagai arah di hotel Ambacang, mulai dari arah hotel Bumi Muning dan pintu masuk Ambacang.

Tak mau kalah juga semakin malam masyarakat juga ikut berdatangan secara berbondong-bondong untuk melihat langsung evakuasi penyelamatan di Hotel Ambacang. Evakuasi ini rencanakan akan terus dilakukan hingga selesai tanpa ada berhenti.

“Rencananya evakuasi ini tidak akan berhenti dan akan terus berlangsung, ditambah lagi kemungkinan masih banyaknya korban selamat,” terang seorang anggota marinir, Amri.

Ada yang unik yang tampak dari pengevakuasian di Hotel Ambacang tersebut, tampak disana juga selain tim sar Amerika datang juga 16 orang tim sar dari jepang. Kedatangan mereka membawa 3 ekor anjing pelacak langsung dari Jepang.
(dat02/wol-mdn)


Delapan Orang Korban Tertimbun Hotel Ambacang Selamat

Jumat, 02 Oktober 2009

Padang – Sebanyak delapan warga yang terjebak reruntuhan Hotel Ambacang behasil diselamatkan dalam proses evakuasi oleh tim sar. Mereka beruntung selamat setelah tertimbun reruntuhan selama 48 jam.”Delapan orang berhasil dievakuasi dan mereka selamat,” ujar Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Jumat (02/10).

Hingga kini, diperkirakan masih ada puluhan korban yang terjebak di dalam hotel bintang tiga yang berlokasi di Jalan Bundo Kanduang tersebut.

Sementara itu, bau mayat mulai menyengat di Hotel Ambacang. Di hotel mewah ini, diperkirakan masih ada sekitar 90 orang yang belum berhasil dievakuasi.

Beberapa warga yang berada di dekat Hotel Ambacang, Jl Bunda Kanduang, Sumatera Barat, Jumat (2/10), terlihat menutup hidungnya untuk menghalau bau yang cukup menusuk. Tidak hanya bau, debu bekas reruntuhan juga terus berterbangan.

Menurut salah seorang petugas TNI yang ikut membantu proses evakuasi, diperkirakan ada sekitar 90 orang warga yang masih tertimbun di hotel ini. Jumlah ini juga masih simpang siur.

Proses evakuasi sendiri masih terus dilakukan oleh berbagai pihak. Setelah sebelumnya petugas dari Jepang membantu, kali ini giliran dari Swiss yang bergabung.

Evakuasi tampak sedikit difokuskan di lantai 6. Di lantai tersebut, diduga ada 8 orang yang selamat dan terjebak reruntuhan.

Seorang korban selamat di Hotel Ambacang, Desnelita (45), menuturkan selamat dari musiba itu karena tersandung balok kayu ketika hendak keluar dari hotel..

Dua orang lainnya yang berlarian di depannya tertimpa balok itu dan langsung tidak sadarkan diri.

Selanjutnya setelah beberapa saat dirinya berusaha mencari jalan keluar dari hotel tersebut dan berhasil menemukan jendela yang terbuka menghadap ke Hotel Ambacang yang lokasinya bersebelahan dengan penginapan naas itu.

Des mengaku trauma, namun perempuan itu hingga kini masih berada di lokasi tersebut guna menunggu informasi tentang rekan lainnya sesama peserta seminar itu.

“Kabarnya ada delapan orang lagi yang masih hidup, mudah-mudahan mereka bisa selamat,” katanya.

Hingga Jumat terdata sebanyak 448 korban ditemukan meninggal akibat gempa bumi berkekuatan 7,6 SR dengan kedalaman 71 berlokasi pada 53 KM Barat Daya Pariaman.

Korban meninggal umumnya ditemukan di sela reruntuhan bangunan lantai dua dan tiga. Diperkirakan hingga hari ketiga kini masih ada ratusan warga lain yang masih terjebak di dalam reruntuhan hotel, gedung dan ruko yang rusak parah akibat gempa itu.(adi/ant/waa)


Evakuasi Korban Gempa Hotel Ambacang Terkendala Alat Berat

Jumat, 02 Oktober 2009

Evakuasi Korban Gempa Hotel Ambacang Terkendala Alat Berat

Puluhan petugas evakuasi masih berusaha mengevakuasi korban gempa di Hotel Ambacang, Padang. Kekurangan alat berat dan data tamu hotel menjadi kendala proses evakuasi.

“Alat beratnya cuma satu, jadi masih cukup sulit untuk mengevakuasi korban,” kata Reza, salah seorang petugas evakuasi, di depan Hotel Ambacang, Padang, Jumat (2/10/2009).

Kekurangan peralatan ini membuat pertolongan menjadi lambat. Reza menjelaskan saat memberikan pertolongan Kamis (1/9/2009) kemarin, ia menyaksikan 3 orang yang masih hidup terjepit hingga tewas karena sulit untuk dikelurkan.

“Saya menemani mereka hinga ajalnya,” katanya.

Reza mengungkapkan sampai saat ini belum ada data dari manajemen mengenai jumlah pasti tamu hotel tersebut. “Kemarin saya menolong 30 orang.  Ada yang mati dan juga ada yang selamat,” katanya.

Saat ini puluhan regu penolong masih berupaya menyingkirkan puing-puing hotel tersebut. Satu buah alat berat telah berada di lokasi untuk menyingkirkan puing-puing di hotel yang ambruk tersebut.


Ekonomi Domestik Terguncang

INILAH.COM, Jakarta – Gempa tektonik 7,6 skala richter yang mengguncang ranah minang, Rabu (30/9) sore telah meluluh-lantakkan sendi-sendi ekonomi. Pabrik berhenti produksi, gudang-gudang logistik rusak parah, gardu listrik rusak, dan masih banyak kerusakan lain.

Lihat saja, PT Semen Padang di Indarung, Sumatera Barat yang sejak kemarin terpaksa berhenti produksi karena seluruh mesin tak bisa dioperasikan karena posisinya bergeser. Kondisi kantor juga berantakan dan seluruh plafon berjatuhan, termasuk kaca-kaca pecah.

Bahkan sambungan bangunan gedung bergeser. Hingga saat ini jumlah kerusakan belum bisa dihitung, masih diinvetaris. “Yang jelas, rata-rata mesin tak bisa dioperasikan,” ujar salah seorang karyawan Semen Padang.

PT Semen Padang hanya salah satu kasus kerusakan akibat gempa. Kerusakan yang lain adalah empat dari lima gudang beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Sumatera Barat rusak parah.

Namun beras yang terdapat di dalamnya berhasil diselamatkan. “Kalau seluruh korban bencana di Sumbar butuh bantuan ekstra satu bulan cukup stoknya,” ujarnya Direktur Utama Bulog Mustofa Abubakar.

Selain itu, hampir 90% gedung bertingkat di Kota Padang rusak berat. Terutama rumah toko dan hotel. Hotel Ambancang dan Hotel Bumi Minang roboh. Hotel Nuansa di pinggir Kota Padang rata dengan tanah.

Begitu juga dengan Bank Indonesia (BI). Akibat gempa di Sumatera Barat mengakibatkan kantor BI Padang tidak dapat beroperasi karena mengalami kerusakan cukup besar sehingga mempengaruhi operasional perbankan wilayah Padang.

“Kantor Bank Indonesia Padang mengalami kerusakan cukup besar baik dari sisi struktur bangunan maupun sarana operasional,” demikian bunyi siaran pers tersebut. Saat ini sedang dilakukan tindakan yang diperlukan agar BI Padang dapat kembali beroperasi normal sesegera mungkin.

Dari data BI, perbankan di Sumatera Barat per Juli 2009 berjumlah 180 kantor bank umum dan 227 kantor Bank Perkreditan Rakyat dimungkinkan akan mengalami gangguan. Saat ini BI sedang melakukan koordinasi dengan perbankan di Padang untuk pelayanan perbankan.

Sementara di sektor kelistrikan, sedikitnya lima Gardu Induk (GI) dari 11 GI PT PLN untuk sistem kelistrikan Sumatera Barat pun tak lepas dari bencana. Dirut PLN Fahmi Mochtar kepada INILAH.COM, menjelaskan dari 11 gardu induk PLN untuk sistem kelistrikan Sumbar, ada 5 GI dengan kapasitas 150 kv yang belum bisa dioperasikan.

“Ada lima GI yang alami kerusakan pada sistem instalasi di antaranya GI Pauh Limo (kerusakan pada Trafo), GI Lubuk Alung (kerusakan CVT dan Wave trap), GI Maninjau (kerusakan CT dan Wave trap), selain itu ke 5 GI tersebut juga mengalami kerusakan gedung dan saranan lainnya,” jelasnya.

Fahmi menambahkan, diusahakan secara bertahap mulai pagi ini semua pelayanan bisa normal kembali. Untuk kondisi Kantor UPT Padang dan UPB Sumbangteng juga alami kerusakan parah sehingga tidak bisa digunakan. “Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan terhadap pegawai, pembangkit PLTA Maninjau, PLTA Singkarak, dan PLTU Ombilin dapat beroperasi,” tandasnya.

Sementara terkait berapa kerugian PLN sebagai akibat dari Gempa Fahmi enggan memberikan rinciannya. Menurutnya, semuanya masih dipelajari, terlalu dini untuk memberikan gambaran kerugian.

Sementara itu, PT Bank Mandiri mulai Jumat (2/10) siang baru mengoperasikan kembali 9 kantor cabangnya di Sumatera Barat dari total 24 kantor cabang. Sementara dari 36 ATM sekitar 8 ATM sudah bisa beroperasi sisanya masih belum normal.

“Dari 24 kantor cabang bank Mandiri sudah 9 kantor cabang yang siang ini beroperasi, dari 36 ATM sudah 8 ATM yang beroperasi kembali,” jelasnya. Adapun kendala belum beroperasinya beberapa kantor cabang Mandiri, serta sejumlah ATM adalah karena kendala listrik yang belum sepenuhnya normal. [mdr]


Serpihan-Serpihan dari Ranah Minang

(Kembali Negeriku Berduka)
G30S : kini berganti arti kepanjangan Gempa 30 September Sumatera 2009; terjadi disuatu senja; berakibat massif berupa kerusakan hebat ; kehancuran gedung ; rumah-rumah dan bangunan lainnya serta korban meninggal dunia dan luka-luka………Keesokan harinya disusul gempa pula di Jambi dan Bengkulu dan sekitarnya.

Kembali negeriku Indonesia berduka. Tangisan dan jeritan pula anak manusia negeri ini sungguh menyayat hati; itulah tangisan saudara-saudara kita. Semoga Allah senantiasa memberikan ketabahan dan keihlasan menerima cobaan ini. Semoga saudara kita ditempat lain juga mampu bangkit empatinya untuk segera menggerakkan segala upaya peringan beban mereka. Amin

Seruan untuk segera ingat kepada Tuhan Ilahi dan sujud keharibaan Rabbi ; mohon ampunan atas segala salah dan dosa selama ini disampaikan oleh para ulama maupun seniman dengan syair-syair lagu eleginya. Semua bangsa satu saudara; sehingga dari Sabang sampai Merauke bersatu padu ikut berduka dan bersingsing lengan baju bahu membahu menghilangkan duka. Bahkan warga dunia diatas bumi ini; telah beramai-ramai menyongsong duka dengan uluran tangannya.

Percayalah Saudaraku; Kalian tidak akan sendirian………tetaplah tabah dan hadapilah hidup dengan optimis ke depan. Allah bersama kita; karena itu jatuhkanlah harapan dan asa itu hanya kepadaNYa.

Disini kami ikut berduka dan ikut berdoa untuk kalian semua. Semoga semua duka segera sirna menjadi bahagia…..segera. Amin.
Berikut adalah serpihan-serpihan dari Peristiwa Gempa Sumatera :

1. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi kemarin pukul 17.16 WIB dengan episentrum di 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT). Pusat gempa itu berada pada 57 km barat laut Pariaman, Sumatera Barat, dengan kedalaman 71 km.

2. Begitu masifnya kerusakan akibat gempa bisa terlihat dari runtuhnya sebagian besar bangunan di Kota Padang.Bangunan Hotel Ambacang di Jalan Gereja setinggi empat lantai rata dengan tanah akibat guncangan gempa. Di hotel ini sekitar dua ratus korban yang terperangkap belum bisa dievakuasi. Menurut tim medis kepolisian setempat, baru 16 jenazah yang berhasil dievakuasi. Korban kebanyakan adalah para tamu hotel yang sedang mengikuti seminar di lantai satu. Gedung Hotel Bumi Minang di Jalan Bundo Kandung juga runtuh.

Sebuah gedung tiga lantai milik lembaga bimbingan belajar Gama di Jalan Proklamasi juga luluh lantak dan diperkirakan sekitar 50 anak yang sedang belajar tertimbun bangunan. Sebanyak 38 jenazah kemarin berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan ini. Hingga tadi malam evakuasi besar-besaran terus dilakukan untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan. Sayang,evakuasi ini terhambat karena minimnya alat berat.Tanpa alat berat ini, korban reruntuhan bangunan sangat sulit ditemukan.

Diharapkan pada lokasi yang diperkirakan banyak korban tertimbun dapat dikirim alat berat secepatnya. Akibat kurangnya alat berat ini, salah satu titik yang belum tersentuh evakuasi adalah di reruntuhan bangunan berlantai lima tempat pendidikan bimbingan belajar Sony Sugema College (SSC) di Jalan Veteran, Padang. Menurut pemilik SCC,Tony, saat gempa terjadi diperkirakan ada 40 siswa sedang belajar di dalam bangunan itu.

3. Jakarta – Korban gempa gempa 7,6 SR di Sumatera Barat semakin bertambah. Namun, jumlahnya bervariasi, ada yang menyebutkan ratusan hingga ribuan. PBB mengklaim lebih dari 1.000 orang tewas dalam gempa yang mengguncang kota Padang tersebut.

Seperti dilansir situs Al Jazeera, Jumat (2/10/1009), Kepala Bidang Kemanusiaan PBB, John Holmes, dalam jumpa pers, Kamis (1/10/2009) kemarin, menyebutkan perkiraan terbaru untuk korban tewas gempa di Padang mencapai angka 1.100 orang, sementara korban luka-luka sebanyak ratusan orang. Data tersebut didasarkan pada data milik PBB sendiri.

Dikatakan dia, banyaknya wilayah terpencil di pinggiran pantai yang sulit diakses oleh bantuan maupun petugas penyelamat, turut berperan menambah jumlah korban tewas.

PBB menyatakan pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan korban tewas mencapai 777 orang, sedikitnya 440 orang mengalami luka berat. Sedangkan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya, menyatakan korban tewas telah mencapai ribuan orang.

4. More than 1,100 killed in West Sumatra quake
The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 10/02/2009 9:22 AM | National
The death toll from the major earthquake that jolted West Sumatra on Wednesday has reached 1,100, with officials expecting the number to climb.

“I’m afraid that thousands of people are still trapped under the rubble,” UN humanitarian chief John Holmes told reporters on Friday as quoted by kompas.com.
Head of the Health Ministry’s crisis center Rustam Pakaya predicted that the death toll in the West Sumatra quake would equal the number of people killed in the Yogyakarta and Central Java in 2006, which claimed around 5,000 lives.
As of Friday telecommunication network has not worked normally while many roads have been damaged, disrupting transmission of data related to the disaster to Jakarta.

5. Jumat, 02/10/2009 14:07 WIB
Gempa Sumbar
Negara Asing Berbondong-bondong Bantu Indonesia

6. Jumat, 02-10-09 | 10:18 | 1090 View
Perkembangan Penanganan Gempa Sumbar
Bantuan Mengalir, SBY ‘Ngantor’ di Padang
Data Sementara: BNPB Catat 390 Tewas, PBB Sebut 1.100

7. Sydney – Hampir 100 orang warga negara Australia dinyatakan hilang setelah gempa 7,6 SR mengguncang Padang, Sumatera Barat. Hingga kini masih belum diketahui pasti keadaan orang-orang tersebut yang sebagian besar merupakan peselancar.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith, dalam pernyataannya perihal keadaan darurat, Jumat (2/10/2009).

8. Badan Geologi mencatat banyaknya gempa yang terjadi diakibatkan kondisi geografi Indonesia berada dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak dimana setiap pergerakan lempeng berpotensi mengakibatkan gempa bumi.

Tataan geologi wilayah Indonesia saat ini terjadi sebagai akibat interaksi 3 lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat – barat laut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Samudra India – Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke utara – timur laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang relatif diam, namun resultante sistem kinematiknya menunjukkan gerakan ke arah baratdaya dengan kecepatan mencapai 13 cm per tahun.
Beberapa gempa yang terbesar di antaranya mengguncang Tasikmalaya (7,3 SR), Yogyakarta (6,8 SR), Tolitoli (6,0 SR), Nusa Dua (6,4 SR), dan Ternate (6,4 SR) dan Padang Pariaman (7,6 SR).

“Gempa di Sumatera Barat terjadi akibat penunjaman lempeng tektonik Samudera Hindia di bawah lempeng Asia di Pantai Barat Sumatera,” ujar Kepala Badan Geologi, Departemen Energi, R. Sukhyar dalam penjelasannya di website Menteri Energi, 1 Oktober 2009.

9. Puluhan gedung di Kota Padang ambruk dan rusak berat karena gempa 7,6 SR. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melansir beberapa di antaranya sebagaimana yang dilansir dalam websitenya, Kamis (1/10/2009). Gedung itu antara lain:

* Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (ambruk)
* Gedung Suzuki Sawahan (ambruk)
* 5 unit ruko Sawahan (ambruk)
* Hyundai Sawahan (ambruk)
* LB LIA Padang (ambruk)
* Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Prov Sumbar (ambruk)
* Hotel Ambacang (ambruk)
* Toko Makanan Shirley (ambruk)
* SD AGNES di Jalan Gereja (ambruk)
* SDN 30 (ambruk)
* Dealer Kapela Medan (ambruk)
* Kantor CTA (ambruk)
* PT. AGD Bypass (ambruk)
* Gedung Kuantum (ambruk)
* Kantor Adira Finance (ambruk)
* Gedung Bunda Jaya, Ulak Karang (ambruk)
* Mulya Elektronik (ambruk)
* 6 unit ruko di Simpang Haru (ambruk)
* 4 unit ruko di wilayah bypass (ambruk)
* Gedung proton (ambruk)
* Gedung LP3I (ambruk)
* Pengadilan Negeri Siteba (ambruk)
* Balai Kota Padang (rusak berat)
* Matahari Dept. Store (rusak berat)
* Plaza Andalas (rusak berat)
* Sentral Pasar Raya Padang (rusak berat)
* Bank Indonesia (rusak berat)
* Bappeda Provinsi Sumbar (rusak berat)
* Hotel Ina Muara (rusak berat)
* DPRD Kota Padang (rusak berat)
* DPRD Prov Sumbar (rusak berat)
* PJKA (rusak berat)
* Rumah makan Lamun Ombak (rusak berat)
* Pasar Simpang Haru (rusak berat)
* Masjid Muhammadiyah Simpang Haru (rusak berat)

10. “Kita harus menyelamatkan warga yang bisa dilakukan, meskipun waktunya selama dua minggu. Jangan berhenti mengevakuasi jenazah,” ujar Presiden. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp100 miliar sebagai langkah penanganan gempa. Saat menjelaskan kronologi gempa,Presiden meralat penjelasan dari Gamawan Fauzi, yaitu kekuatan gempa yang semula diberitakan berkekuatan 7,6 SR sebenarnya adalah berkekuatan 7,9 SR.

Usai meninjau lokasi gempa terparah di Kota Padang, Presiden langsung menuju ke guest housePT Semen Padang dan bermalam bersama rombongan terbatas. Rencananya hari ini (Jumat,2-10-2009) Presiden akan meninjau korban luka-luka di Rumah Sakit Padang, serta melanjutkan peninjauan ke lokasi bencana di Pariaman. (/ant)

(Sumber : Berbagai sumber media)


Presiden Tinjau RS M Djamil dan Pariaman

Jumat, 02 October 2009 09:01 WIB

Padang, (tvOne)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, Jumat pagi dijadwalkan mengunjungi Padang Pariaman, Sumatera Barat untuk melihat secara langsung penanganan bencana di daerah yang hanya berjarak 57 km dari pusat gempa bumi Padang.

Presiden dan rombongan yang terdiri atas sejumlah menteri telah berada di Padang sejak Rabu (1/10) siang untuk meninjau sekaligus memberikan arahan proses tanggap darurat penanganan bencana alam tersebut.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat pagi sebelum menuju Padang Pariaman, Presiden dan Ibu Negara akan mengunjungi RS M Djamil, Kota Padang yang rusak cukup parah akibat gempa 7.6 SR pada Rabu sore (30/9). Usai meninjau Pariaman, Presiden dijadwalkan langsung kembali ke Jakarta. Pariaman berjarak 30 km dari Kota Padang.

Sebelumnya, pada Kamis sore setibanya di Padang, Didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Presiden yang menggunakan mobil sedan dinas Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mendatangi Hotel Ambacang di Jalan Gereja, bangunan empat lantai yang ambles ke tanah akibat guncangan gempa. Diperkirakan masih ada 200 orang yang tertimbun di reruntuhan hotel itu, karena saat kejadian tengah berlangsung simposium yang diikuti sekitar 200 orang.

Presiden sempat menyaksikan dari jarak dekat proses evakuasi korban dengan alat berat dan manual yang sedang dilakukan sejumlah personil dari TNI dan tim SAR.

Presiden kemudian juga mendatangi lokasi gedung tiga lantai milik Lembaga Bimbingan Belajar Gama di Jalan Proklamasi yang juga luluh lantak dan diperkirakan sekitar 50 anak yang sedang belajar tewas terkubur bangunan. Usai mengunjungi dua lokasi yang paling banyak memakan korban tewas itu, Presiden kemudian menuju kawasan PT Semen Padang untuk menginap di tempat itu.

Di hadapan masyarakat yang berkumpul di depan Hotel Ambacang, Presiden meminta masyarakat tetap tegar dan tabah menghadapi bencana ini dan meminta para petugas pencari korban untuk bekerja dengan cepat untuk segera menemukan korban yang mungkin bisa diselamatkan.

Korban tewas akibat gempa yang melanda wilayah Sumatera Barat sampai Kamis sore (1/10) tercatat 364 orang, terdiri atas korban di Padang 197 orang, Kabupaten Pariaman 154 orang, Kabupaten Pesisir Selatan empat orang, Kabupaten Agam tujuh orang dan Kota Solok dua orang.

Data Pemprov Sumbar di Posko Rumah Dinas Gubernur Sumbar, Padang juga mencatat korban luka berat 83 orang dan luka ringan 2.094 orang, dengan rumah rusak berat 740 unit, rumah sakit 200 unit dan rumah rusak ringan 1.710 unit. (Ant)


8 Korban Selamat Menelepon dari Reruntuhan Hotel Ambacang

Padang – Hal mengejutkan terjadi saat evakuasi korban gempa di reruntuhan Hotel Ambacang, Kota Padang. Ada 8 orang korban selamat di antara puing bangunan dan bahkan berhasil menelepon keluarganya.

“Mereka (yang tinggal) di lantai 6. Ada 8 orang yang masih hidup dan berhasil menelepon keluarganya,” kata Susno, salah seorang petugas evakuasi yang merupakan anggota satuan Brimob di lokasi kejadian, Jumat (2/10/2009).

Berdasar kabar tersebut, 5 orang petugas evakuasi mencoba menuju lokasi korban yang berhasil bertahan itu. Khusus untuk mencari 8 orang itu, petugas melakukan pencarian secara manual tanpa alat berat.

“Kalau bisa jangan menggunakan alat berat nanti bisa roboh. Kalau roboh (korban selamat) nanti bisa kena (reruntuhan juga),” ujar Susno.
(lrn/lh)

detiknews.com